Archive

Archive for February, 2009

Sang Alkemis

February 23rd, 2009 4 comments

Sang AlkemisSang Alkemis – Salah satu buku populer Paulo Coelho

Menarik sekali membaca salah satu buku terpopuler Paulo Coelho ini – Sang Alkemis. “Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya Santiago, ketika mereka mendirikan tenda hari itu. Sang Alkemis menjawab, “Sebab dimana hatimu berada, disitulah hartamu berada”. Percakapan itu adalah kutipan dari buku fiksi “Sang Alkemis” karangan Paulo Coelho. Buku yang sekarang ini sedang kubaca. Katanya buku ini adalah salah satu buku fiksi bestseller. Dari yang sudah kubaca, memang benar sepertinya bestseller. Buku ini walaupun fiksi sangat inspiratif. Paulo memberi inspirasi kepada pembaca untuk mengejar takdirnya, impiannya. Ketika kita sudah terfokus akan impian, seluruh jagat raya akan membantu kita untuk mencapai impian tersebut. Dengan harga 3o ribu rupiah, tidak rugi rasanya membeli buku ini. Paulo akan membawa kita  menjelajahi Spanyol, Afrika hingga Mesir dengan piramida nya. Walaupun tidak secara mendetail dijelaskan semuanya, tetapi jika jiwa petualang ada dalam diri kita sepertinya kita akan berada ditempat – tempat tersebut ketika membaca buku ini.

Banyak yang bisa diceritakan dari novel ini tapi ada menarik buatku dari buku ini yaitu tentang Sang Alkemis. Baru pertama kali aku mendengar kata ‘alkemis’ (eng: alchemist). Tebakanku pertama kali, kata ini mungkin ada hubungannya dengan hal – hal yang berbau kimia. Ternyata ada benarnya sedikit. Alkemis adalah orang yang bergelut dibidang alkemi. Dan alkemi itu sendiri ada kaitannya dengan yang hal-hal berbau ‘penggabungan’ dan ‘pemisahan’. Seperti kamus umum yang digunakan dalam bidang kimia. Yang paling bisa diingat akan Alkemis ini adalah katanya mereka bisa mengubah benda – benda logam menjadi emas. Di dalam buku Sang Alkemis itu juga ada bagian ketika Sang Alkemis menunjukkan kepada Santiago, bagaimana dia bisa mengubah timah menjadi emas. Sulit juga sih dipercaya, apalagi ketika itu dia hanya memanaskan timah di panci hingga mencair kemudian mencampurnya dengan seiris ‘jimat’  nya. Dia tunggu hingga mendingin dan kemudian timah tersebut sudah menjadi emas. Kira – kira mungkin ga ya bisa terjadi hal seperti ini?. Walaupun jumlah halamannya sedikit, tetapi perlu waktu juga untuk memahami buku Sang Alkemis ini.