Sang Alkemis
Deo | February 23, 2009 | 2:53 pm
image source: aceshowbiz.com
“Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya Santiago, ketika mereka mendirikan tenda hari itu. Sang Alkemis menjawab, “Sebab dimana hatimu berada, disitulah hartamu berada”. Percakapan itu adalah kutipan dari buku fiksi “Sang Alkemis” karangan Paulo Coelho. Buku yang sekarang ini sedang kubaca. Katanya buku ini adalah salah satu buku fiksi bestseller. Dari yang sudah kubaca, memang benar sepertinya bestseller. Buku ini walaupun fiksi sangat inspiratif. Paulo memberi inspirasi kepada pembaca untuk mengejar takdirnya, impiannya. Ketika kita sudah terfokus akan impian, seluruh jagat raya akan membantu kita untuk mencapai impian tersebut. Dengan harga 3o ribu rupiah, tidak rugi rasanya membeli buku ini. Paulo akan membawa kita menjelajahi Spanyol, Afrika hingga Mesir dengan piramida nya. Walaupun tidak secara mendetail dijelaskan semuanya, tetapi jika jiwa petualang ada dalam diri kita sepertinya kita akan berada ditempat - tempat tersebut ketika membaca buku ini.
Banyak yang bisa diceritakan dari novel ini tapi ada menarik buatku dari buku ini yaitu tentang Sang Alkemis. Baru pertama kali aku mendengar kata ‘alkemis’ (eng: alchemist). Tebakanku pertama kali, kata ini mungkin ada hubungannya dengan hal - hal yang berbau kimia. Ternyata ada benarnya sedikit. Alkemis adalah orang yang bergelut dibidang alkemi. Dan alkemi itu sendiri ada kaitannya dengan yang hal-hal berbau ‘penggabungan’ dan ‘pemisahan’. Seperti kamus umum yang digunakan dalam bidang kimia. Yang paling bisa diingat akan Alkemis ini adalah katanya mereka bisa mengubah benda - benda logam menjadi emas. Di dalam buku Sang Alkemis itu juga ada bagian ketika Sang Alkemis menunjukkan kepada Santiago, bagaimana dia bisa mengubah timah menjadi emas. Sulit juga sih dipercaya, apalagi ketika itu dia hanya memanaskan timah di panci hingga mencair kemudian mencampurnya dengan seiris ‘jimat’ nya. Dia tunggu hingga mendingin dan kemudian timah tersebut sudah menjadi emas. Kira - kira mungkin ga ya bisa terjadi hal seperti ini?.







wow…
berarti kita ga perlu lagi nambang di kencana nih…
kita pindah ke bangka-belitung aja, disanakan banyak timah tuh…
tinggal mencari jimat emasnya aja…
namanya juga fiksi lae. saya juga kurang tau kebenarannya.
cari2 di internet, jadinya nyambung ke hal2 suprenatural, haha…
kalau memang benar ada seperti itu, beuh… kaya dong penambang timah.
biasa jualan timah atau emas,hehe…
mana postinganmu lg to, aku suka tulisan-tulisan-mu disini
ah, comot sana sini nya aku to. kalau ito suka, ya tulisan mereka2 itu nya yang bagus.
belum ada ide, jadi ga tau mau nulis apa.