Dies Emas ITB
Deo | March 3, 2009 | 6:43 pm
ITB
Beberapa waktu terakhir kabar dari ITB cukup banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Sebut saja 2 berita terakhir yang paling hangat. Dimulai dengan rencana pemberian gelar DR HC kepada SBY. Banyak yang protes akan pemberian gelar ini, terutama dari rekan - rekan alumni. Rencananya memang pemberian gelar ini akan dilakukan saat pesta 5o tahun ITB. Namun mengingat pemilu presiden yang akan datang sudah dekat, ada kecurigaan juga, seolah-olah pemberian gelar ini adalah semacam usaha politik dari beberapa orang untuk mendekatkan diri sama SBY. Ada udang dibalik batu, hehe… Hm, ada baiknya kalau memang jadi, pemberian gelar ini ditunda hingga selesai masa pilpres. Ada juga yang protes karena pemberian gelar ini sebaiknya diberikan kepada orang yang ‘lebih pantas’. Ujung- ujungnya memang pemberian ini ditunda higga selesai pilpres. SBY sendiri menganjurkan untuk menundanya.
Berita kedua yang lumayan heboh adalah kasus meninggalnya almarhum Dwiyanto Wisnugroho, mahasiswa jurusan Geodesy dan Geomatik angkatan 2007 pada saat acara kaderisasi Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG). Banyak pemberitaan di media yang bermacam - macam yang cukup membuat masyarakat geram akan kejadian ini. Kenapa tindak kekerasan masih ada di lingkungan pendidikan? Mau jadi apa generasi muda bangsa nantinya kalau toh masih seperti ini? Kalau kupikir, mungkin seperti itu pertanyaan masyarakat banyak. Selaku alumni yang pernah meraskan bagimana ospek, kegiatan kaderisasi IMG belakangan ini memang sudah jauh berbeda dibandingkan ketika aku masuk tahun 2001. Kalau banyak masyarakat menganggap kegiatan kaderisasi ini sama saja dengan ospek sebagaimana yang orang banyak pikirkan, kubilang sih tidak. Konsep kaderisasi sekarang dengan dulu sudah banyak yang berubah.
Terlepas dari itu semua hari ini aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun buat ITB, semoga makin jaya selalu. Semoga namamu makin harum diseantero dunia dan Indonesia pada khususnya. Aku rasa ini adalah tugas dari semua insan yang sedang dan pernah terlibat dengan ITB, termasuk alumni. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.






