Archive

Archive for April, 2009

Kemana engkau akan membawaku?

April 13th, 2009 4 comments
kata hatiBarangkali apa yang kurasakan saat ini tergambar dalam rangkaian kata hati yang dituliskan Khalil Gibran dalam bukunya Secrets of the heart. Aku sangat menikmati bab yang satu ini, seperti membaca kisah sendiri. Mencoba menafsirkan apa yang dirasakan Khalil Gibran ketika menulis ini, merefleksikan terhadap apa yang kurasakan sekarang.

Gadis Cantik Yang Menawan

Kemanakah engkau menuntunku wahai Gadis Cantik Yang Menawan, dan berapa lamakah aku harus mengikutimu di jalan yang kasar ini, yang penuh dengan duri? Berapa lamakah jiwa kita naik turun secara menyakitkan di jalan berkelok – kelok serta berbatu – batu ini?

Seperti seorang anak yang mengikuti ibunya, aku mengikuti engkau, memegangi ujung pakaiannmu, melupakan impian – impianku dan memandangi kecantikanmu, membutakan mataku dibawah tenungmu terhadap hantu – hantu yang melayang – layang diatasku, dan tertarik kepadamu oleh kuasa batinku yang tidak dapat kusangkal.

Berhentilah sejenak dan biarlah kulihat wajahmu; pandanglah aku sejenak; mungkin aku akan mengetahui rahasia hatimu lewat matamu yang asing. Berhenti dan beristirahatlah, sebab aku letih, dan jiwaku gemetar dengan ketakutan di jalan yang mengerikan ini. Berhentilah, sebab kita telah sampai di persimpangan jalan yang mengerikan itu dimana Maut merangkul Kehidupan.

Wahai Gadis Cantik, dengarkanlah aku. Sebelumnya, aku bebas seperti burung, menjelajahi lembah – lembah serta hutan – hutan, dan terbang diatas langit luas. Menjelang malam aku beristirahat di dahan – dahan pohon, merenungkan bait – bait serta istana – istana di Kota Awan Berwarna – warni yang dibangun oleh Matahari di pagi hari dan dihancurkan menjelang senja.

Sebelumnya aku seperti pikiran, berjalan sendirian dan berdamai dengan Timur maupun Barat Alam Semesta, bersukacita dengan keindahan dan sukacita Kehidupan, dan menyelidiki misteri keberadaan yang luar biasa.

Sebelumnya aku seperti mimpi, mencuri di balik sayap- sayap ramah malam, masuk lewat jendela – jendela tertutup ke dalam kamar – kamar padar gadis, menggoda serta membangkitakan pengharapan mereka. Lalu aku duduk disamping para pemuda dan kubangkitkan hasrat – hasrat mereka. Lalu kujelajahi kamar – kamar para manula dan kutembus pikiran mereka yang penuh kecukupan diri yang damai.

Lalu engkau menangkap khayalanku, dan semenjak saat yang menghipnotis itu aku merasa seperti tawanan yang menyeret belenggunya dan terdororng ke dalam tempat yang tidak kukenal. Aku menjadi mabuk dengan anggurmu yang manis yang telah mencuri kehendakku, dan sekarang kutemukan bibirku mengecup tangan yang memukulku dengan keras. Tidak dapatkah engkau lihat dengan mata jiwamu, hancurnya hatiku? Berhentilah sejenak; aku sedang mengumpulkan kembali kekuatanku dan melepaskan kaki – kakiku yang letih dari rantai – rantai yang berat. Telah kuhancurkan cawan dari mana kuminum racunmu yang nikmat. Tetapi sekarang aku berada di negeri yang asing, dan bingung; jalan manakah yang harus kutempuh?

Kebebasanku telah dipulihkan; maukah engkau sekarang menerimaku sebagai sahabat yang rela, yang memandang Matahari dengan mata bersinar – sinar dan mencengkram api dengan jari – jemari yang tidak gemetar?

Telah kulepaskan sayap – sayapku dan aku siap naik; maukah engkau menemani seorang pemuda yang menghabiskan hari – harinya menjelajahi pegungungan seperti rajawali tunggal, dan menyia – nyiakan malam – malamnya mengembara di padang gurun seperti singa yang gelisah?

Maukah engaku mencukupkan dirimu dengan kasih sayang dia yang memandang Kasih hanya sebagai penghibur, dan tidak mau menerimanya sebagai tuannya?

Maukah engaku menerima hati yang mengasihi, tetapi tidak pernah berserah? Dan membakar tetapi tidak meluluhkan? Akankah engkau tentram dengan jiwa yang bergetar dihadapan badai, tetapi tidak pernah menyerah kepadanya? Maukah engaku menerima seseorang sebagai sahabat, yang tidak memperbudak maupun mau diperbudak? Maukah engaku memilikiku tetapi tidak menguasaiku, dengan mengambil tubuhku tetapi tidak hatiku?

Kalau mau, inilah tanganku – peganglah dengan tanganmu yang indah dan inilah tubuhku – rangkullah dia dengan lenganmu yang penuh kasih; dan inilah bibirku – kecuplah mereka dengan kecupan yang dalam serta memabukkan.

Dari: Kata Hati, Secrets of the heart (Khalil Gibran)

A Survivor Story

April 5th, 2009 No comments

A survivor story

Tentang A Survivor Story

Aku bukanlah penggemar sepeda dan buku A survivor story ini bukan berbicara tentang sepeda. Tapi aku cukup menikmati buku yang satu ini. Memberi inspirasi buatku untuk selalu berjuang melawan sesuatu yang mungkin kalau dipikir sangat mustahil. Yah, walaupun memang ada disinggung sedikit tentang balap sepeda. Tapi intinya sebenarnya adalah Lance Armstrong bercerita dalam buku ini bagaimana dia berjuang menghadapi hidup ketika divonis kanker, dan bagaimana dia menjadi seseorang yang baru setelah sembuh dari kanker. Kanker yang dialaminya benar – benar merubah keseluruhan sisa hidupnya. Seperti yang dia katakan bagaimana dia adalah ‘seseorang’ sebelum divonis kanker dan bagaimana dia menjadi ‘seseorang’  yang berbeda setelah sembuh dari kanker. Artinya dia memang memang 2 orang yang berbeda sebelum vonis kanker dan sesudah dia sembuh dari kanker. Baik dari fisik, karakter dan juga prestasinya. Pertama kali kudengar tentang buku ini waktu nonton Kick Andy. Lupa juga waktu itu topik nya Kick Andy apa…

Dalam buku a survivor story ini, sebelum divonis kanker dia memang sudah menunjukkan prestasi yang hebat dalam balap sepeda. Bisa dikatakan dia merupakan salah satu pembalap sepeda yang tangguh saat itu. Sangat ambisius. Namun siapa sangka, sang pembalap tangguh dengan kontrak ditangan jutaan dolar, rumah dan mobil mewah dan pacar yang cantik harus berjuang melawan kanker. Waktu itu dia sudah beranggapan kalau karir balap sepedanya sudah habis. Dengan fisik seorang atlit memang diluar dugaan kalau dia bisa kena kanker.

Perjuangannya melawan kanker adalah satu babak cerita dalam hidupnya. Kembali ke dunia balap sepeda sesudah sembuh dari kanker merupakan cerita lain.  Namun perjuangan tersebut sungguh membuahkan hasil. Tour de France, balap sepeda paling bergengsi di dunia dia raih hingga 7 kali.

Buku A Survivor Story, ini layak dibaca bagi siapa pun yang ingin mencari inspirasi atau yang sedang berjuang menghadapi kesulitan.