Google

my journey

hal apapun layak untuk ditulis
  • Home
  • About Me

Kemana engkau akan membawaku?

Deo | April 13, 2009 | 5:45 pm
heartsBarangkali apa yang kurasakan saat ini tergambar dalam rangkaian kata hati yang dituliskan Khalil Gibran dalam bukunya Secrets of the heart. Aku sangat menikmati bab yang satu ini, seperti membaca kisah sendiri. Mencoba menafsirkan apa yang dirasakan Khalil Gibran ketika menulis ini, merefleksikan terhadap apa yang kurasakan sekarang.

Gadis Cantik Yang Menawan

Kemanakah engkau menuntunku wahai Gadis Cantik Yang Menawan, dan berapa lamakah aku harus mengikutimu di jalan yang kasar ini, yang penuh dengan duri? Berapa lamakah jiwa kita naik turun secara menyakitkan di jalan berkelok – kelok serta berbatu – batu ini?

Seperti seorang anak yang mengikuti ibunya, aku mengikuti engkau, memegangi ujung pakaiannmu, melupakan impian – impianku dan memandangi kecantikanmu, membutakan mataku dibawah tenungmu terhadap hantu – hantu yang melayang – layang diatasku, dan tertarik kepadamu oleh kuasa batinku yang tidak dapat kusangkal.

Berhentilah sejenak dan biarlah kulihat wajahmu; pandanglah aku sejenak; mungkin aku akan mengetahui rahasia hatimu lewat matamu yang asing. Berhenti dan beristirahatlah, sebab aku letih, dan jiwaku gemetar dengan ketakutan di jalan yang mengerikan ini. Berhentilah, sebab kita telah sampai di persimpangan jalan yang mengerikan itu dimana Maut merangkul Kehidupan.

Wahai Gadis Cantik, dengarkanlah aku. Sebelumnya, aku bebas seperti burung, menjelajahi lembah – lembah serta hutan – hutan, dan terbang diatas langit luas. Menjelang malam aku beristirahat di dahan – dahan pohon, merenungkan bait – bait serta istana – istana di Kota Awan Berwarna – warni yang dibangun oleh Matahari di pagi hari dan dihancurkan menjelang senja.

Sebelumnya aku seperti pikiran, berjalan sendirian dan berdamai dengan Timur maupun Barat Alam Semesta, bersukacita dengan keindahan dan sukacita Kehidupan, dan menyelidiki misteri keberadaan yang luar biasa.

Sebelumnya aku seperti mimpi, mencuri di balik sayap- sayap ramah malam, masuk lewat jendela – jendela tertutup ke dalam kamar – kamar padar gadis, menggoda serta membangkitakan pengharapan mereka. Lalu aku duduk disamping para pemuda dan kubangkitkan hasrat – hasrat mereka. Lalu kujelajahi kamar – kamar para manula dan kutembus pikiran mereka yang penuh kecukupan diri yang damai.

Lalu engkau menangkap khayalanku, dan semenjak saat yang menghipnotis itu aku merasa seperti tawanan yang menyeret belenggunya dan terdororng ke dalam tempat yang tidak kukenal. Aku menjadi mabuk dengan anggurmu yang manis yang telah mencuri kehendakku, dan sekarang kutemukan bibirku mengecup tangan yang memukulku dengan keras. Tidak dapatkah engkau lihat dengan mata jiwamu, hancurnya hatiku? Berhentilah sejenak; aku sedang mengumpulkan kembali kekuatanku dan melepaskan kaki – kakiku yang letih dari rantai – rantai yang berat. Telah kuhancurkan cawan dari mana kuminum racunmu yang nikmat. Tetapi sekarang aku berada di negeri yang asing, dan bingung; jalan manakah yang harus kutempuh?

Kebebasanku telah dipulihkan; maukah engkau sekarang menerimaku sebagai sahabat yang rela, yang memandang Matahari dengan mata bersinar – sinar dan mencengkram api dengan jari – jemari yang tidak gemetar?

Telah kulepaskan sayap – sayapku dan aku siap naik; maukah engkau menemani seorang pemuda yang menghabiskan hari – harinya menjelajahi pegungungan seperti rajawali tunggal, dan menyia – nyiakan malam – malamnya mengembara di padang gurun seperti singa yang gelisah?

Maukah engaku mencukupkan dirimu dengan kasih sayang dia yang memandang Kasih hanya sebagai penghibur, dan tidak mau menerimanya sebagai tuannya?

Maukah engaku menerima hati yang mengasihi, tetapi tidak pernah berserah? Dan membakar tetapi tidak meluluhkan? Akankah engkau tentram dengan jiwa yang bergetar dihadapan badai, tetapi tidak pernah menyerah kepadanya? Maukah engaku menerima seseorang sebagai sahabat, yang tidak memperbudak maupun mau diperbudak? Maukah engaku memilikiku tetapi tidak menguasaiku, dengan mengambil tubuhku tetapi tidak hatiku?

Kalau mau, inilah tanganku – peganglah dengan tanganmu yang indah dan inilah tubuhku – rangkullah dia dengan lenganmu yang penuh kasih; dan inilah bibirku – kecuplah mereka dengan kecupan yang dalam serta memabukkan.

Dari: Secrets of the heart (Khalil Gibran)
Comments
4 Comments »
Categories
Suara hati
Tags
khalil gibran, secrets of the heart
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

Holy Week

Deo | April 11, 2009 | 12:37 pm

holy_week

image source: takemeiamyours.wordpress.com

Besok adalah Minggu Paskah, ga terasa sudah seminggu terlewati. Selama seminggu penuh masa Holy Week tidak ada satupun prosesi yang kuikuti. Maklum, beginilah mungkin resiko pekerjaan. Apalagi hari ini aku dapat bagian malam. Biarpun ga ikut Misa dari kemarin hingga hari ini, kucoba untuk mencari makna Paskah seperti apa yang bisa kubuat. Sambil menunggu pekerjaan, aku berselancar di internet mencari - cari artikel tentang Paskah hingga sampailah ditulisan ini. 

Holy week atau yang biasa disebut di Indonesia sebagai Minggu Suci atau Pekan Suci adalah rangkaian selama sepekan tepat sebelum Hari Paskah. Rangkaian Pekan Suci ini dimulai dari Minggu Palma (Palm Sunday) yakni hari Minggu. Minggu Palma adalah peringatan dimana Yesus dielu - elukan masuk Yerusalem sebelum Dia disalibkan. Misa pada Minggu ini mencakup pembacaan akan penangkapan, penderitaan dan kematian-Nya. Rangkaian setelah Minggu Palma adalah Kamis Putih (Holy Thursday). Pada hari ini diperingati sebagai perjamuan terakhir antara Yesus dengan ke-12 murid-Nya. Ketika Misa dilakukan ada juga prosesi dimana Imam mencuci kaki 12 anggota gereja yang mengenang bagaimana Yesus ketika itu membasuh kaki ke-12 murid-Nya. Setelah Kamis Putih, rangkaian berikutnya adalah Jumat Agung (Good Friday). Pada masa ini Gereja berkabung akan wafatnya Yesus. Misa tidak dilakukan hari ini tetapi komuni tetap ada dengan hosti yang tersisa dari Kamis Putih. Selanjutnya adalah Sabtu Sunyi (Holy Saturday). Hari ini diperingati dengan kesunyian dan doa untuk memperingati Yesus yang sudah wafat dan berada didalam kubur. Sama seperti Jumat Agung, pada masa ini Misa tidak dilakukan. Selanjutnya adalah masa Malam Paskah (Easter Vigil). Biasa disebut sebagai malam berjaga sebelum Hari Paskah esok pagi harinya. Prosesi terakhir Pekan Suci adalah MingguPaskah (Easter Sunday). Minggu Paskah merupakan perayaan Kebangkitan Yesus, dirayakan secara meriah dan merupakan pesta terbesar bagi Gereja.

Beberapa negara merayakan Pekan Suci dengan tradisi tersendiri. Pekan Suci dianggap sebagai upacara keagamaan yang sangat penting bagi seluruh warga negara tersebut. Beberapa prosesi ini sudah terkenal bahkan sudah menjadi sebuah objek wisata internasional dari negara itu. Negara - negara yang punya tradisi khusus akan Pekan Suci adalah Spanyol, Filipina, Italia, Peru, Meksiko, dll.

Ada perasaan kosong yang kurasa ketika tidak satupun dari prosesi Pekan Suci ini yang bisa kuikuti untuk tahun ini. Mudah - mudahan kalau diberi kesempatan, tahun depan aku bisa mengikuti semua prosesi Pekan Suci ini. Tak lupa kuucapkan Selamat Paskah buat Anda. Tuhan Yesus memberkati.

source: http://id.wikipedia.org
Comments
No Comments »
Categories
Global
Tags
catholic church, good friday, holy week
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

« Previous Entries Next Entries »

Tulisan

  • Dari buku
  • Dari film
  • Global
  • Indonesiaku
  • Suara hati

Rekans

  • Bang Irfan
  • Daniel Simarmata
  • Eus Blog
  • Fery Lambe
  • Jeperis Nahampun
  • Kris Bheda
  • Kweklina
  • Leonard Sitinjak
  • Philippines
  • Pormadi
  • Tentang ‘liebe
  • Yang-Kung

Umum

  • K!ck Andy
  • Neuro Linguistic Programming
  • Online Dictionary
  • Site Paulo Coelho
  • Wikipedia
  • Wikipedia Indonesia

Arsip

Perjalananku

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kunjungi aku

Keluarga Pelangi
rss Comments rss valid xhtml 1.1 design by jide powered by Wordpress get firefox