Archive

Archive for May, 2009

Les Miserables

May 22nd, 2009 2 comments

Les Miserables

Les Miserables adalah salah satu karya terbaik Victor Hugo yang ditulis dengan berlatar pada masa kekacauan politik di Prancis setelah kekalahan Napoleon. Seperti judulnya ‘yang menderita’, tokoh protagonisnya memang terus menerus mengalami penderitaan. Penderitaan yang menurutku bukan karena kebodohan atau ketidaktahuan tokohnya, akan tetapi suatu tindakan sadar yang dilakukan sebagai bentuk nyata dari sisi kemanusiaan sang tokoh.

Sedikit kisah dalam Les Miserables

Diawali dengan kisah sang penderita Jean Valjean yang baru bebas dari hukuman kerja paksa selama 19 tahun. Kembali ke masyarakat dengan dendam dihati akan ketidakadilan yang dia terima. Bagaimana tidak, hanya karena sepotong roti dia dihukum secara tidak adil dan itu juga dia lakukan karena terpaksa untuk menolong keluarga kakaknya. Lepas dari hukuman tidak langsung membuat Jean bebas. Dengan cap sebagai bekas penjahat banyak penolakan yang dia terima. Tidak diterima di penginapan dia terpaksa tidur di jalanan. Beruntung, seorang Uskup yang berhati mulia mau menerima dia ditempat tinggalnya. Sementara tinggal disitu, sisi lain kemanusiaannya terbangun. Dia mencuri perangkat perak milik sang Uskup yang ketika hendak melarikan diri, sang penderita tertangkap oleh polisi. Ketika polisi menyerahkannya, sang Uskup bukannya mengadili seperti yang mungkin kita tebak tetapi rasa belas kasih yang muncul. Sang Uskup bisa melihat lebih jauh kedalam hati Jean akan penderitaan yang dia alami. Sang Uskup meyakinkan polisi bahwa barang – barang yang dibawa Jean adalah pemberiannya, bahkan beberapa barang lagi malah ditambah dengan pesan kepada Valjean untuk hidup jujur dengan menggunakan barang – barang tersebut.

Les Misérables adalah cerita tentang seorang laki – laki yang begitu sempurna, yang penuh belas kasih, yang suka menolong, yang membalas kejahatan dengan kebaikan, yang lebih memilih pengampunan daripada balas dendam, yang lebih memilih mengorbankan diri sendiri daripada orang lain bahkan musuhnya sendiri. Didalam buku orang seperti ini bisa saja ada tetapi adakah orang seperti ini yang masih hidup?

Ada bagian terakhir yang menurutku sungguh menggambarkan bagaimana kebesaran hati seorang Jean. Ketika Javert sang polisi yang selama ini sangat berambisi menangkap Jean terperangkap dan sudah hendak dieksekusi para pemberontak, sang penderita malah menolongnya. Jean menawarkan diri untuk mengeksekusi Javert. Kalau dipikir sekilas hal ini wajar saja, mungkin dia ingin balas dendam atas kesusahan yang sudah Javert buat sekian lama. Tetapi bukannya dieksekusi malahan Javert dia bebaskan. Sementara dia menggendong Marius yang sedang terluka dia berlari menuju Javert dan memohon kepadanya supaya jangan menangkapnya dulu. Dia memohon supaya dilepaskan sementara, dia akan kembali dan akan menyerahkan diri setelah mengembalikan Marius kepada keluarganya. Waktu membaca bagian ini aku tidak habis pikir, sungguh mulianya orang seperti ini. Maju kebarisan depan peperangan tanpa memperdulikan nyawanya sendiri hanya untuk menolong orang yang sudah ‘mencuri’ hati orang yang paling dia kasihi. Tidak hanya itu, dia bahkan menolong orang sangat membencinya, yang hendak menangkapnya, bahkan dengan rela menyerahkan diri untuk ditangkap. Dalam hati aku bertanya – tanya, adakah orang seperti dia saat ini?

Novel ini memang berakhir bahagia seperti kisah dongeng. Tapi tidak berlangsung lama untuk sang penderita. Kebahagiaan hanya bisa dia nikmati sesaat saja. Didalam ketidakberdayaan menjelang kematiannya, dia hanya bisa menikmati kebahagiaan yang terpancar dari wajah Cosette anak angkatnya dan suaminya sesaat saja. Dia ungkapkan kasihnya untuk pasangan yang berbahagia itu sesaat sebelum malaikat membawanya.

Walaupun latar novelnya sudah seperti ketinggalan jaman, banyak poin – poin berharga yang bisa dipetik. Buku ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam buatku. Diterbitkan oleh penerbit Bentang dengan harga terakhir yang kulihat IDR 71,400.00. Aku setuju sekali dengan apa yang ditulis penerbit ini dibagian belakang buku tersebut.  Kita akan tersadar, betapa mengerikan dunia dan segala kekejamannya, betapa rentan arti seutas perasaan, betapa tak terduga perjalanan hidup manusia, dan betapa cinta mampu mengatasi segalanya. Ya, cinta bisa mengalahkan segalanya. Les Miserables novel yang berharga untuk dibaca.

Ketika cinta mendatangimu…

May 6th, 2009 1 comment

cinta

Ketika Cinta Mendatangimu

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.

Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.
Ia naik setinggi serta memelihara ranting – rantingmu yang paling lembut yang bergoyang dibawah matahari,
Sekaligus ia turun serendah akarmu dan menggoncangnya dibawah.

Seperti berkas jagung ia mengumpulkanmu bagi dirinya sendiri.
Ia kelupas kulitmu hingga engkau telanjang.
Ia mengayakmu agar terbebas dari sekam.
Ia menggilingmu hingga putih bersih.
Ia mengolahmu hingga lentur.
Lalu ia menyuruhmu ke apinya yang suci, agar engkau menjadi roti kudus untuk perjamuan Allah yang kudus.

Semua ini akan diperbuat cinta kepadamu agar engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan tersebut menjadi bagian dari hati kehidupan.

Tetapi kalau dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian serta kesenangan cinta,
Maka lebih baik engkau tutupi ketelanjanganmu dan engkau tinggalkan tempat penggilingan cinta,
Masuk ke dunia tak bermusim dimana engkau akan tertawa tetapi tidak semua tawamu, engkau akan menangis tetapi tidak semua air matamu.

Cinta tidak memberi apa – apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa – apa selain dari dirinya sendiri.
Cinta tidak akan memiliki kecuali bila cinta dimiliki.
Sebab cukuplah cinta untuk dirinya sendiri.

Kalau engkau mencintai, janganlah berkata , “Allah ada dalam hatiku”, melainkan, “Aku berada didalam hati Allah”.
Dan janganlah menyangka bahwa engkau dapat mengatur arah cinta, sebab cinta, kalau menganggapmu layak, akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak memiliki hasrat lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri.
Tetapi bila engkau mencintai dan berhasrat, biarlah hal ini menjadi hasratmu.
Luluh dan menjadi seperti sungai yang menyenandungkan melodi hingga kejauhan malam.
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan.
Untuk terluka oleh pengertianmu sendiri akan cinta.
Untuk berdarah dengan rela dan penuh sukacita.
Untuk bangun menjelang fajar dengan hati yang bersayap dan mengucap syukur atas hari yang penuh cinta.
Untuk beristrahat di waktu siang dan merenungkan kenikmatan cinta.
Untuk pulang menjelang malam dengan rasa syukur,
Dan tidur dengan sebuah doa untuk dia yang kamu cintai dalam hatimu serta nyanyian pujian dibibirmu.

Ketika Cinta Mendatangimu – The Prophet – Khalil Gibran, Classic Press.