The Fifth Mountain

Kisah Elia – The Fifth Mountain

Satu lagi novel yang sangat kunikmati tulisan Paulo Coelho, The Fifth Mountain. Sebenarnya aku sangat pemilih dalam membaca novel. Tetapi buku yang satu ini sangat menarik menurutku buat dibaca seperti halnya novel Coelho yang lain Sang Alkemis. Apa yang menarik dari beberapa novel Coelho buatku adalah karena kemampuan Paulo Coelho memasukkan pesan – pesan moral yang sangat penting bagi pembacanya. Tidak semua buku Coelho yang aku suka, beberapa yang sudah kubaca dan sedikit menyesal setelah membacanya, The Zahir, Eleven Minutes, Iblis dan Miss Prym. Tapi sudahlah….

Buku The Fifth Mountain ini sangat bagus bagi anak – anak muda dengan mencontoh teladan Elia. Ketika banyak cobaan yang kadang karena kurang kematangan dan pengalaman hidup, seringkali terlalu mudah membuat keputusan yang salah atau dengan mudahnya menyerah. Elia yang pada usia 23 tahun, ketika hasrat, cinta dan ambisinya sedang dalam masa puncaknya, Tuhan mematangkan dia lewat banyak kepahitan hidup.  Pernah mempertanyakan kebenaran kasih Tuhan ketika dia sudah melakukan apa yang Dia perintahkan untuknya tetapi bukan kebahagiaan yang dia terima malah pahitnya hidup semakin banyak. Pernah mencintai wanita yang sangat dia dambakan tetapi Tuhan berkata lain. Disaat dia sangat membutuhkan pertolongan Nya untuk keselamatan wanita itu, justru sepertinya Tuhan tidak peduli. Namun dengan berbagai cobaan itulah Elia menjadi lebih matang, lebih dewasa, menjadi lebih mengerti akan kasih Tuhan yang sebenarnya. Apa yang manusia pikirkan memang belum tentu sesuai dengan kehendak Nya.

Ada satu hal yang menarik buatku dan sampai sekarang kadang masih kupikirkan, barangkali mungkin ini juga persamaan antara novelnya The Alchemist dan The Fifth Mountain ini, atau barangkali gaya Coelho menceritakan pesan moral dalam kedua novel ini. Di novelnya The Alchemist, Santiago berkelana jauh dari kampung halamanya untuk mencari mimpinya. Di bukunya The Fifth Mountain ini, Elia juga berkelana jauh dari negerinya sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan kepada dia. Namun kedua tokoh ini toh akhirnya memang kembali ke negerinya setelah mencapai mimpi – mimpi mereka, setelah mereka siap. Hmm…, kalau direnungkan mungkin kedua tokoh ini perlu juga dicontoh anak – anak muda sekarang ini. Setelah berhasil untuk kembali membangun negerinya.

The Fifth Mountain, menurutku novel yang sangat berharga untuk dibaca.

Written by Deonald

simple...

This article has 1 comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>