Google

my journey

hal apapun layak untuk ditulis
  • Home
  • About Me

A Survivor’s Story

Deo | April 5, 2009 | 4:13 am

image source: mizan.com/hikmah

image source: mizan.com/hikmah

Aku bukanlah penggemar sepeda dan buku ini bukan berbicara tentang sepeda. Tapi aku cukup menikmati buku yang satu ini. Memberi inspirasi buatku untuk selalu berjuang melawan sesuatu yang mungkin kalau dipikir sangat mustahil. Yah, walaupun memang ada disinggung sedikit tentang balap sepeda. Tapi intinya sebenarnya adalah Lance Armstrong bercerita dalam buku ini bagaimana dia berjuang menghadapi hidup ketika divonis kanker, dan bagaimana dia menjadi seseorang yang baru setelah sembuh dari kanker. Kanker yang dialaminya benar - benar merubah keseluruhan sisa hidupnya. Seperti yang dia katakan bagaimana dia adalah ’seseorang’ sebelum divonis kanker dan bagaimana dia menjadi ’seseorang’  yang berbeda setelah sembuh dari kanker. Artinya dia memang memang 2 orang yang berbeda sebelum vonis kanker dan sesudah dia sembuh dari kanker. Baik dari fisik, karakter dan juga prestasinya. Pertama kali kudengar tentang buku ini waktu nonton Kick Andy. Lupa juga waktu itu topik nya Kick Andy apa…

Sebelum divonis kanker, dia memang sudah menunjukkan prestasi yang hebat dalam balap sepeda. Bisa dikatakan dia merupakan salah satu pembalap sepeda yang tangguh saat itu. Sangat ambisius. Namun siapa sangka, sang pembalap tangguh dengan kontrak ditangan jutaan dolar, rumah dan mobil mewah dan pacar yang cantik harus berjuang melawan kanker. Waktu itu dia sudah beranggapan kalau karir balap sepedanya sudah habis. Dengan fisik seorang atlit memang diluar dugaan kalau dia bisa kena kanker.

Perjuangannya melawan kanker adalah satu babak cerita dalam hidupnya. Kembali ke dunia balap sepeda sesudah sembuh dari kanker merupakan cerita lain.  Namun perjuangan tersebut sungguh membuahkan hasil. Tour de France, balap sepeda paling bergengsi di dunia dia raih hingga 7 kali.

Buku ini layak dibaca bagi siapa pun yang ingin mencari inspirasi atau yang sedang berjuang menghadapi kesulitan.

Comments
No Comments »
Categories
Dari buku
Tags
lance armstrong, memoar, survivor story
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

Sang Alkemis

Deo | February 23, 2009 | 2:53 pm

the-alchemist3

image source: aceshowbiz.com

“Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?” tanya Santiago, ketika mereka mendirikan tenda hari itu. Sang Alkemis menjawab, “Sebab dimana hatimu berada, disitulah hartamu berada”. Percakapan itu adalah kutipan dari buku fiksi “Sang Alkemis” karangan Paulo Coelho. Buku yang sekarang ini sedang kubaca. Katanya buku ini adalah salah satu buku fiksi bestseller. Dari yang sudah kubaca, memang benar sepertinya bestseller. Buku ini walaupun fiksi sangat inspiratif. Paulo memberi inspirasi kepada pembaca untuk mengejar takdirnya, impiannya. Ketika kita sudah terfokus akan impian, seluruh jagat raya akan membantu kita untuk mencapai impian tersebut. Dengan harga 3o ribu rupiah, tidak rugi rasanya membeli buku ini. Paulo akan membawa kita  menjelajahi Spanyol, Afrika hingga Mesir dengan piramida nya. Walaupun tidak secara mendetail dijelaskan semuanya, tetapi jika jiwa petualang ada dalam diri kita sepertinya kita akan berada ditempat - tempat tersebut ketika membaca buku ini.

Banyak yang bisa diceritakan dari novel ini tapi ada menarik buatku dari buku ini yaitu tentang Sang Alkemis. Baru pertama kali aku mendengar kata ‘alkemis’ (eng: alchemist). Tebakanku pertama kali, kata ini mungkin ada hubungannya dengan hal - hal yang berbau kimia. Ternyata ada benarnya sedikit. Alkemis adalah orang yang bergelut dibidang alkemi. Dan alkemi itu sendiri ada kaitannya dengan yang hal-hal berbau ‘penggabungan’ dan ‘pemisahan’. Seperti kamus umum yang digunakan dalam bidang kimia. Yang paling bisa diingat akan Alkemis ini adalah katanya mereka bisa mengubah benda - benda logam menjadi emas. Di dalam buku Sang Alkemis itu juga ada bagian ketika Sang Alkemis menunjukkan kepada Santiago, bagaimana dia bisa mengubah timah menjadi emas. Sulit juga sih dipercaya, apalagi ketika itu dia hanya memanaskan timah di panci hingga mencair kemudian mencampurnya dengan seiris ‘jimat’  nya. Dia tunggu hingga mendingin dan kemudian timah tersebut sudah menjadi emas. Kira - kira mungkin ga ya bisa terjadi hal seperti ini?.

Comments
4 Comments »
Categories
Dari buku
Tags
novel, paulo coelho, sang alkemis, the alchemist
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

Next Entries »

Tulisan

  • Dari buku
  • Dari film
  • Global
  • Indonesiaku
  • Suara hati

Rekans

  • Bang Irfan
  • Daniel Simarmata
  • Eus Blog
  • Fery Lambe
  • Jeperis Nahampun
  • Kris Bheda
  • Kweklina
  • Leonard Sitinjak
  • Philippines
  • Pormadi
  • Tentang ‘liebe
  • Yang-Kung

Umum

  • K!ck Andy
  • Neuro Linguistic Programming
  • Online Dictionary
  • Site Paulo Coelho
  • Wikipedia
  • Wikipedia Indonesia

Arsip

Perjalananku

September 2010
M T W T F S S
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kunjungi aku

Keluarga Pelangi
rss Comments rss valid xhtml 1.1 design by jide powered by Wordpress get firefox