Tiga hari di Simanindo
Deo | June 13, 2009 | 8:08 am
Tiga hari terasa cepat berlalu, tapi banyak hal berkesan yang kudapat selama 3 hari ini. Sudah hampir 2 bulan panasnya matahari membakar Simanindo. Tanah gersang, panen gagal, frustrasi menyelimuti orang tua yang harus menyiapkan sejumlah uang untuk anak2nya menyambut tahun ajaran baru. Bah, dapat uang dari mana mereka, suasuanan tidak ada yg tumbuh, ikan2 sudah tidak kelihatan lagi, tapi kehidupan seperti tidak peduli, waktu terus berjalan. Dengan kondisi seperti itu rasanya tidak ada keindahan yang bisa dinikmati dari Simanindo untuk saat ini. Tapi tidak bagiku. Ada beberapa momen indah yang tertangkap oleh mataku.















Tanggal 9 April yang sudah lama ditunggu - tunggu akhirnya lewat sudah. Hari itu rakyat Indonesia ramai - ramai ketempat pencontrengan untuk memilih orang yang mereka percayai. Ya, ‘orang yang mereka percayai’. Nasib bangsa ini 5 tahun kedepan ditentukan hari itu. Siapa yang menentukannya, ya tentu semua rakyat Indonesia. Apakah mereka yang benar - benar ikut memilih, yang ‘ikut - ikutan’ memilih ataupun yang golput.





