<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>my journey</title>
	<atom:link href="http://www.deonald.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.deonald.com</link>
	<description>hal apapun layak untuk ditulis</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 16:39:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sudah layakkah?</title>
		<link>http://www.deonald.com/2010/03/sudah-layakkah/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2010/03/sudah-layakkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 16:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Global]]></category>

		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kawan mempunyai suatu pengalaman atau merasakan ketidakpantasan diri untuk menerima sesuatu? Bukan karena tidak mampu atau tidak bisa, namun karena kesadaran diri bahwa &#8216;aku memang tidak layak&#8217;. Ketika aku menerima sejumah materi sementara aku tidak membutuhkannya karena sudah merasa cukup, secara manusiawi aku memang tidak layak menerimanya sementara ada saudara disampingku yang lebih membutuhkannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-579" style="border: 1px solid black;" title="contrite" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2010/03/contrite1-300x236.jpg" alt="contrite" width="257" height="203" />Pernahkah kawan mempunyai suatu pengalaman atau merasakan ketidakpantasan diri untuk menerima sesuatu? Bukan karena tidak mampu atau tidak bisa, namun karena kesadaran diri bahwa &#8216;aku memang tidak layak&#8217;. Ketika aku menerima sejumah materi sementara aku tidak membutuhkannya karena sudah merasa cukup, secara manusiawi aku memang tidak layak menerimanya sementara ada saudara disampingku yang lebih membutuhkannya. Ketidaklayakan yang kumaksud bukanlah seperti itu, tetapi lebih dari itu. Aku tidak layak bukan karena kelebihan yang sudah kumiliki tetapi karena kekurangankulah yang membuat aku tidak layak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau aku mau, aku bisa, aku mampu, tidak akan ada orang yang menghalangi, tidak akan ada orang yang tahu, mungkin tidak akan ada orang yang peduli karena hal seperti itu sudah menjadi sesuatu yang biasa. Bahkan mungkin banyak orang yang akan beranggapan tidak perduli seberapa layak atau tidak layaknya kamu, yang penting adalah ketulusan hatimu. Apakah sesederhana itu? Tidakkah kita perlu menguji diri, mengoreksi diri sebelum menerima apa yang kita anggap Suci?</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah terlalu jauh memang, bahkan untuk bertatap muka saja sebenarnya aku tidak layak, apalagi untuk menerima. Masih banyak &#8216;debu&#8217;  yang menempel diwajah yang harusnya aku bersihkan terlebih dahulu sebelum bertatap muka apalagi untuk menerima.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga sesal tidak hanya terucap lewat kata&#8230;</p>
<pre style="text-align: justify;">Gambar dari: http://www.phocabulary.com/contrite</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2010/03/sudah-layakkah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memberi itu indah</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/11/memberi-itu-indah/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/11/memberi-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 05:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dari buku]]></category>

		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[
St. Nikolaus, seorang santo dari abad keempat yang menjadi ilham lahirnya tokoh modern bernama Santa Claus atau Sinterklas, dilahirkan dekat Myra (sekarang Turki). Myra adalah sebuah kota pelabuhan di Laut Mediterania dengan jalur pelayaran yang ramai yang menghubungkan kota-kota pelabuhan laut di Mesir, Yunani dan Roma. Kapal-kapal yang lalu lalang penuh dengan muatan beras serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-530" style="border: black 1px solid;" title="stnikolaus" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/11/stnikolaus.jpg" alt="stnikolaus" width="150" height="206" /></p>
<p style="text-align: justify;">St. Nikolaus, seorang santo dari abad keempat yang menjadi ilham lahirnya tokoh modern bernama Santa Claus atau Sinterklas, dilahirkan dekat Myra (sekarang Turki). Myra adalah sebuah kota pelabuhan di Laut Mediterania dengan jalur pelayaran yang ramai yang menghubungkan kota-kota pelabuhan laut di Mesir, Yunani dan Roma. Kapal-kapal yang lalu lalang penuh dengan muatan beras serta berbagai macam barang, tiba dengan selamat di pelabuhan, setelah terlepas dari bahaya badai dan bajak laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Nikolaus berasal dari salah satu keluarga pedagang kaya di Myra. Namun demikian, ia bukanlah anak yang dimanjakan oleh keluarganya. Ayah dan ibunya mengajarkan kepadanya untuk bersikap murah hati kepada orang lain, terutama kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Dari situ Nikolaus belajar bahwa menolong orang lain menjadikan jiwa bertambah kaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, secara kebetulan, Nikolaus mendengar tentang seorang kaya di Myra yang jatuh miskin karena usahanya bangkrut. Bapak itu memiliki tiga orang anak gadis yang cantik, yang sudah cukup usianya untuk menikah. Tetapi ia tidak mempunyai cukup uang untuk menikahkan anak-anak gadisnya. Lagi pula, pikirnya, siapa yang mau menikahi mereka karena ayahnya sudah jatuh miskin? Karena sudah tidak punya uang lagi untuk membeli makanan, ayah yang putus asa itu memutuskan untuk menjual salah seorang anak gadisnya sebagai budak. Setidak-tidaknya anggota keluarga yang lain dapat bertahan hidup, demikian pikirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam sebelum anak gadis yang sulung dijual, Nikolaus dengan satu tas kecil berisi emas di tangannya,  mengendap-endap masuk halaman rumah mereka, melemparkan tas yang dibawanya melalui jendela yang terbuka, dan sekejap kemudian menghilang dalam kegelapan malam.  </p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, sang ayah menemukan tas berisi emas tergeletak di lantai dekat tempat tidurnya. Ia tidak tahu dari mana datangnya. “Mungkin ini emas palsu,” pikirnya.Tetapi setelah diujinya, ia tahu bahwa itu sungguh-sungguh emas. Ia meneliti daftar teman serta rekan dagangnya. Tak seorang pun dari mereka yang mungkin memberikan emas itu kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang ayah jatuh bersimpuh dengan air mata mengalir deras membanjiri pipinya. Ia mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya yang indah ini. Semangatnya bangkit kembali setelah padam sekian lama, karena seseorang secara tak disangka-sangka berbelas kasih kepadanya. Ia mempersiapkan pernikahan putri sulungnya. Masih tersisa cukup uang bagi mereka semua untuk hidup selama hampir setahun. Seringkali ia bertanya-tanya: siapa gerangan yang memberinya emas?</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berakhirnya tahun, keluarga mereka tidak lagi memiliki apa-apa. Sang ayah, yang sekali lagi putus asa dan tidak menemukan adanya jalan keluar, memutuskan agar anak gadisnya yang kedua harus dijual. Tetapi, Nikolaus mendengar tentang hal ini, ia datang malam hari dekat jendela rumah mereka dan melemparkan satu tas berisi emas seperti yang ia lakukan sebelumnya. Keesokan harinya sang ayah bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan serta memohon pengampunan dari-Nya karena telah berputus asa. Namun demikian, siapakah gerangan orang misterius yang memberi mereka hadiah yang luar biasa ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu, setiap malam sang ayah selalu mengawasi jendela rumahnya. Dengan berakhirnya tahun, berakhir jugalah uang simpanan mereka. Suatu hari, dalam keheningan malam, ia mendengar langkah orang mengendap-endap dekat rumahnya dan tiba-tiba satu tas berisi emas jatuh ke atas lantai. Sang ayah cepat-cepat bangkit dan lari untuk menangkap orang misterius itu. Setelah beberapa saat berlari, ia berhasil menangkap dan mengenali Nikolaus, karena pemuda itu berasal dari keluarga terpandang di kota.</p>
<p>“Mengapa engkau memberikan emas kepada kami?” tanya sang ayah.</p>
<p>“Karena Bapak membutuhkannya,” jawab Nikolaus.</p>
<p>“Tetapi mengapa engkau menyembunyikan diri dari kami?”</p>
<p>“Karena memberi itu indah, jika hanya Tuhan saja yang mengetahuinya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Uskup Myra wafat, para imam, tokoh-tokoh kota, serta para uskup sekitarnya berkumpul bersama di katedral untuk memilih seorang uskup baru. Mereka berdoa serta memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada mereka siapakah yang pantas untuk jabatan itu. Dalam suatu mimpi, Tuhan berfirman kepada salah seorang dari mereka bahwa besok pagi haruslah mereka semua berdoa bersama. Sementara mereka berdoa, seseorang akan masuk lewat pintu katedral. Orang itulah yang harus mereka pilih.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata Nikolaus-lah yang masuk ke dalam katedral. Penduduk kota segera memilihnya menjadi uskup mereka, karena mereka tahu bahwa orang yang sederhana ini, yang perbuatan baiknya telah mereka kenal, telah dipilih Tuhan untuk membimbing mereka. </p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai Uskup Myra, Nikolaus menjadi semakin lebih sadar akan kebutuhan banyak orang. Ia akan menjelajahi seluruh penjuru kota untuk menawarkan pertolongannya kepada siapa saja yang sedang berada dalam kesulitan, dan kemudian pergi diam-diam tanpa menunggu ucapan terima kasih. Ia tidak ingin menjadi terkenal. Namun demikian, nama baiknya sebagai seorang kudus semakin tersebar dan tersebar, bahkan tersebar hingga ke kota-kota yang jauh yang belum pernah dikunjunginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nikolaus secara istimewa memberi perhatian agar keluarga-keluarga mempunyai makanan yang cukup serta tempat tinggal yang layak, anak-anak tumbuh dan berkembang, para lanjut usia menempuh hidup mereka dengan martabat dan hormat. Nikolaus amat suka pada para pelaut yang hidup penuh bahaya di lautan. Tanpa kapal-kapal mereka, orang banyak di belahan dunia ini tidak memiliki makanan serta barang-barang seperti yang mereka bawa dalam perdagangan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dari semuanya itu, pada masa kini Nikolaus terutama dikenang karena cintanya kepada anak-anak. Semasa hidupnya, ia biasa membagikan hadiah-hadiah kecil kepada anak-anak yang ia jumpai, seperti permen dan mainan. Kelembutan hatinya, yang biasanya juga mengejutkan mereka, menyentuh hati anak-anak, sehingga mereka dapat belajar dari orang kudus ini betapa indahnya memberi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sosok Santa Claus, yang nama dan aktivitasnya diilhami dari kisah hidup St. Nikolaus, orang kudus ini tinggal bersama kita sekarang.</p>
<pre><em>source: http://www.indocell.net/yesaya/id161.htm</em></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/11/memberi-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan kau akan mencintai-KU?</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/09/kapan-kau-akan-mencintai-ku/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/09/kapan-kau-akan-mencintai-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 08:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Aku mengenal kerapuhanmu, pergumulanmu dan penderitaan jiwamu, kekurangan, kelemahan dan penyakit tubuhmu; Aku mengenal takutmu, dosa-dosamu; meski begitu Aku tetap berkata kepadamu, `Berikanlah hatimu kepada-Ku, cintailah Aku sebagaimana adanya engkau….&#8217;
Jika engkau menantikan terlebih dahulu untuk menjadi malaikat dan baru kemudian menyerahkan dirimu kepada Cinta, engkau tidak akan pernah mencintai. Walau engkau masih juga takut dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-524" style="border: black 1px solid;" title="stfrancis" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/09/stfrancis.jpg" alt="stfrancis" width="250" height="199" />Aku mengenal kerapuhanmu, pergumulanmu dan penderitaan jiwamu, kekurangan, kelemahan dan penyakit tubuhmu; Aku mengenal takutmu, dosa-dosamu; meski begitu Aku tetap berkata kepadamu, `Berikanlah hatimu kepada-Ku, cintailah Aku sebagaimana adanya engkau….&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Jika engkau menantikan terlebih dahulu untuk menjadi malaikat dan baru kemudian menyerahkan dirimu kepada Cinta, engkau tidak akan pernah mencintai. Walau engkau masih juga takut dalam menjalankan kewajiban dan keutamaan, walau masih jatuh dan jatuh lagi dalam kelemahan yang sebenamya tidak ingin kau lakukan, Aku tidak mengizinkan engkau untuk tidak mencintai Aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Cintailah Aku sebagaimana adanya engkau. Di setiap saat, dalam kondisi apapun, dalam semangat atau kekeringan, dalam kesetiaan atau ketidaksetiaan, cintailah Aku… sebagaimana adanya engkau….</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menghendaki kasih dari hatimu yang miskin itu; jika engkau menanti menjadi sempurna terlebih dahulu, engkau tidak akan pernah mencintai Aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak dapatkah Aku mengubah setiap butir pasir dan menjadikannya seorang serafim yang bercahayakan kemurnian, kemuliaan dan cinta? Bukankah Aku yang Mahakuasa? Jika Aku mau membiarkan dunia berada dalam ketiadaan makhluk-makhluk yang sangat indah ini dan menyukai cinta yang sederhana dari hatimu, bukankah Aku ini tuan atas cinta-Ku?</p>
<p style="text-align: justify;">Putera-puteri-Ku, biarkanlah Aku mencintaimu. Aku merindukan hatimu. Memang Aku rindu mengubah engkau dalam peredaran waktu, tapi untuk sekarang ini Aku mencintaimu sebagaimana adanya engkau… dan Aku ingin agar engkau berbuat demikian juga; Aku ingin melihat dari kerapuhan yang paling mendasar lahirah cinta. Aku mencintai di dalam dirimu kelemahan juga. Aku ingin agar dari jiwa-jiwa yang tidak bersih menggemalah terus-menerus suatu seruan: `YESUS AKU MENCINTAI-MU.&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menghendaki hanya melodi hatimu; Aku tidak membutuhkan baik ilmu maupun bakatmu. Hanya satu hal saja yang Aku rindukan, melihat engkau bekerja dengan cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan keutamaan-keutamaanmu yang Aku rindukan, sebab seandainya Aku mengaruniakannya kepadamu, pasti engkau yang begitu lemah akan mempergunakannya untuk memupuk cinta diri yang egois; jangan cemas karena itu. Sebenarnya Aku dapat menentukan engkau untuk hal-hal yang mulia; tidak, engkau akan menjadi hamba yang tidak berguna; malahan yang sedikit yang ada padamu akan Aku ambil… karena Aku telah menciptakan engkau hanya untuk cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini Aku berada di ambang pintu hatimu seperti seorang pengemis, Aku Raja dari segala raja! Aku mengetuk dan menanti; bergegaslah buka pintu hatimu bagi-Ku! Jangan membawa kerapuhanmu sebagai dalih; andai engkau sungguh mengenal kekuranganmu, pastilah engkau akan mati karena kesedihanmu. Apa yang dapat melukai HatiKu ialah sikapmu yang ragu-ragu terhadap-Ku dan kurang percaya kepada-Ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin agar engkau membawa DiriKu dalam hatimu di setiap jam, baik siang maupun malam. Aku ingin agar engkau melakukan perbuatan yang paling kecil sekalipun hanya demi cinta. Aku meletakkan keyakinan-Ku atas dirimu untuk menemukan sukacita….</p>
<p style="text-align: justify;">Janganlah cemas karena engkau tidak memiliki keutamaan; Aku akan memberikan kepadamu segala yang Aku miliki. Apabila engkau menderita, Aku akan memberikan kekuatan-Ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Engkau telah memberikan cinta, Aku akan mengaruniakan kemampuan mencintai lebih dari yang dapat engkau harapkan… maka ingatiah… cintailah Aku sebagaimana adanya engkau…. Aku telah memberikan BundaKu; buatlah agar semua tindakanmu melalui Hatinya yang tak bernoda.</p>
<p style="text-align: justify;">Apapun yang terjadi, janganlah menanti terlebih dahulu untuk menjadi kudus baru mempersembahkan dirimu kepada Cinta; seandainya demikian, engkau tidak akan pernah dapat mencintai-Ku….</p>
<p style="text-align: justify;">Pergilah… carilah kebesaran cinta dan kasih-Ku yang telah Ku-curahkan kepadamu. Sekarang tergantung padamu untuk menerima atau tidak, kasih yang telah Aku berikan.</p>
<address style="text-align: justify;">source: <a href="http://yesaya.indocell.net/">http://yesaya.indocell.net</a> image: <a href="http://www.wga.hu">http://www.wga.hu</a></address>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/09/kapan-kau-akan-mencintai-ku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga hari di Simanindo</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/06/tiga-hari-di-simanindo/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/06/tiga-hari-di-simanindo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 08:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesiaku]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[danau toba]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<category><![CDATA[Samosir]]></category>

		<category><![CDATA[simanindo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hari terasa cepat berlalu, tapi banyak hal berkesan yang kudapat selama 3 hari ini. Sudah hampir 2 bulan panasnya matahari membakar Simanindo. Tanah gersang, panen gagal, frustrasi menyelimuti orang tua yang harus menyiapkan sejumlah uang untuk anak2nya menyambut tahun ajaran baru. Bah, dapat uang dari mana mereka, suasuanan tidak ada yg tumbuh, ikan2 sudah tidak kelihatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-481" title="pulau ditengah pulau" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/1.jpg" alt="1" width="380" height="245" />Tiga hari terasa cepat berlalu, tapi banyak hal berkesan yang kudapat selama 3 hari ini. Sudah hampir 2 bulan panasnya matahari membakar Simanindo. Tanah gersang, panen gagal, frustrasi menyelimuti orang tua yang harus menyiapkan sejumlah uang untuk anak2nya menyambut tahun ajaran baru. Bah, dapat uang dari mana mereka, <em>suasuanan</em> tidak ada yg tumbuh, ikan2 sudah tidak kelihatan lagi, tapi kehidupan seperti tidak peduli, waktu terus berjalan. Dengan kondisi seperti itu rasanya tidak ada keindahan yang bisa dinikmati dari Simanindo untuk saat ini. Tapi tidak bagiku. Ada beberapa momen indah yang tertangkap oleh mataku.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-494" title="Pulo Tao" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0336.jpg" alt="100_0336" width="522" height="294" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">  <img class="alignleft size-full wp-image-496" title="Smile" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0369.jpg" alt="100_0369" width="407" height="542" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-489" title="akhir perjalanan" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0305.jpg" alt="100_0305" width="404" height="702" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-490" title="Jati" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0307.jpg" alt="100_0307" width="404" height="682" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-492" title="biru" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0316.jpg" alt="100_0316" width="368" height="653" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-493" title="sendiri" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0332.jpg" alt="100_0332" width="368" height="653" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> <img class="alignleft size-full wp-image-495" title="meranggas" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0341.jpg" alt="100_0341" width="402" height="713" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-497" title="hening" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0394.jpg" alt="100_0394" width="456" height="608" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-498" title="curve" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0397.jpg" alt="100_0397" width="456" height="608" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-499" title="dulu kala" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0417.jpg" alt="100_0417" width="458" height="748" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="dance in the water" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0455.jpg" alt="100_0455" width="462" height="578" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-501" title="jauh" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0464.jpg" alt="100_0464" width="423" height="590" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-502" title="mancing" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0477.jpg" alt="100_0477" width="463" height="617" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-503" title="sisa - sisa" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0478.jpg" alt="100_0478" width="463" height="581" /></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-504" title="gemulai" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/06/100_0586.jpg" alt="100_0586" width="514" height="651" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/06/tiga-hari-di-simanindo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Les Misérables</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/05/les-miserables/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/05/les-miserables/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 01:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dari buku]]></category>

		<category><![CDATA[Les Misérables]]></category>

		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<category><![CDATA[victor hugo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Bingung juga mau menulis apa setelah sekian lama tidak menulis. Tak sengaja browsing tentang buku di internet, akhirnya ketemu sama judul yang satu ini, Les Misérables.
Les Misérables adalah salah satu karya terbaik Victor Hugo yang ditulis dengan berlatar pada masa kekacauan politik di Prancis setelah kekalahan Napoleon. Seperti judulnya &#8216;yang menderita&#8217;, tokoh protagonisnya memang terus menerus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_411" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-411 " style="border: black 1px solid;" title="les-miserables" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/05/les-miserables.jpg" alt="image source: bookoopedia.com" width="300" height="249" /><p class="wp-caption-text">image source: bookoopedia.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bingung juga mau menulis apa setelah sekian lama tidak menulis. Tak sengaja browsing tentang buku di internet, akhirnya ketemu sama judul yang satu ini, <em>Les Misérables</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Les Misérables </em>adalah salah satu karya terbaik Victor Hugo yang ditulis dengan berlatar pada masa kekacauan politik di Prancis setelah kekalahan Napoleon. Seperti judulnya &#8216;yang menderita&#8217;, tokoh protagonisnya memang terus menerus mengalami penderitaan. Penderitaan yang menurutku bukan karena kebodohan atau ketidaktahuan tokohnya, akan tetapi suatu tindakan sadar yang dilakukan sebagai bentuk nyata dari sisi kemanusiaan sang tokoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Diawali dengan kisah sang penderita Jean Valjean yang baru bebas dari hukuman kerja paksa selama 19 tahun. Kembali ke masyarakat dengan dendam dihati akan ketidakadilan yang dia terima. Bagaimana tidak, hanya karena sepotong roti dia dihukum secara tidak adil dan itu juga dia lakukan karena terpaksa untuk menolong keluarga kakaknya. Lepas dari hukuman tidak langsung membuat Jean bebas. Dengan cap sebagai bekas penjahat banyak penolakan yang dia terima. Tidak diterima di penginapan dia terpaksa tidur di jalanan. Beruntung, seorang Uskup yang berhati mulia mau menerima dia ditempat tinggalnya. Sementara tinggal disitu, sisi lain kemanusiaannya terbangun. Dia mencuri perangkat perak milik sang Uskup yang ketika hendak melarikan diri, sang penderita tertangkap oleh polisi. Ketika polisi menyerahkannya, sang Uskup bukannya mengadili seperti yang mungkin kita tebak tetapi rasa belas kasih yang muncul. Sang Uskup bisa melihat lebih jauh kedalam hati Jean akan penderitaan yang dia alami. Sang Uskup meyakinkan polisi bahwa barang - barang yang dibawa Jean adalah pemberiannya, bahkan beberapa barang lagi malah ditambah dengan pesan kepada Valjean untuk hidup jujur dengan menggunakan barang - barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Les Misérables </em>adalah cerita tentang seorang laki - laki yang begitu sempurna, yang penuh belas kasih, yang suka menolong, yang membalas kejahatan dengan kebaikan, yang lebih memilih pengampunan daripada balas dendam, yang lebih memilih mengorbankan diri sendiri daripada orang lain bahkan musuhnya sendiri. Didalam buku orang seperti ini bisa saja ada tetapi adakah orang seperti ini yang masih hidup?</p>
<p style="text-align: justify;">Ada bagian terakhir yang menurutku sungguh menggambarkan bagaimana kebesaran hati seorang Jean. Ketika Javert sang polisi yang selama ini sangat berambisi menangkap Jean terperangkap dan sudah hendak dieksekusi para pemberontak, sang penderita malah menolongnya. Jean menawarkan diri untuk mengeksekusi Javert. Kalau dipikir sekilas hal ini wajar saja, mungkin dia ingin balas dendam atas kesusahan yang sudah Javert buat sekian lama. Tetapi bukannya dieksekusi malahan Javert dia bebaskan. Sementara dia menggendong Marius yang sedang terluka dia berlari menuju Javert dan memohon kepadanya supaya jangan menangkapnya dulu. Dia memohon supaya dilepaskan sementara, dia akan kembali dan akan menyerahkan diri setelah mengembalikan Marius kepada keluarganya. Waktu membaca bagian ini aku tidak habis pikir, sungguh mulianya orang seperti ini. Maju kebarisan depan peperangan tanpa memperdulikan nyawanya sendiri hanya untuk menolong orang yang sudah &#8216;mencuri&#8217; hati orang yang paling dia kasihi. Tidak hanya itu, dia bahkan menolong orang sangat membencinya, yang hendak menangkapnya, bahkan dengan rela menyerahkan diri untuk ditangkap. Dalam hati aku bertanya - tanya, adakah orang seperti dia saat ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini memang berakhir bahagia seperti kisah dongeng. Tapi tidak berlangsung lama untuk sang penderita. Kebahagiaan hanya bisa dia nikmati sesaat saja. Didalam ketidakberdayaan menjelang kematiannya, dia hanya bisa menikmati kebahagiaan yang terpancar dari wajah Cosette anak angkatnya dan suaminya sesaat saja. Dia ungkapkan kasihnya untuk pasangan yang berbahagia itu sesaat sebelum malaikat membawanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun latar novelnya sudah seperti ketinggalan jaman, banyak poin - poin berharga yang bisa dipetik. Buku ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam buatku. Diterbitkan oleh penerbit Bentang dengan harga terakhir yang kulihat IDR 71,400.00. Aku setuju sekali dengan apa yang ditulis penerbit ini dibagian belakang buku tersebut.  <em>Kita akan tersadar, betapa mengerikan dunia dan segala kekejamannya, betapa rentan arti seutas perasaan, betapa tak terduga perjalanan hidup manusia, dan betapa cinta mampu mengatasi segalanya.</em> Ya, cinta bisa mengalahkan segalanya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/05/les-miserables/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika cinta mendatangimu&#8230;</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/05/ketika-cinta-mendatangimu/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/05/ketika-cinta-mendatangimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 05:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<category><![CDATA[khalil gibran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.
Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.
Ia naik setinggi serta memelihara ranting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_399" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-399" style="border: 1px solid black;" title="love" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/05/love.jpg" alt="love" width="240" height="200" /><p class="wp-caption-text">image source: gibran-academy.com</p></div>
<p style="text-align: left;">Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.<br />
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,<br />
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.<br />
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,<br />
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.</p>
<p>Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.<br />
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.<br />
Ia naik setinggi serta memelihara ranting – rantingmu yang paling lembut yang bergoyang dibawah matahari,<br />
Sekaligus ia turun serendah akarmu dan menggoncangnya dibawah.</p>
<p>Seperti berkas jagung ia mengumpulkanmu bagi dirinya sendiri.<br />
Ia kelupas kulitmu hingga engkau telanjang.<br />
Ia mengayakmu agar terbebas dari sekam.<br />
Ia menggilingmu hingga putih bersih.<br />
Ia mengolahmu hingga lentur.<br />
Lalu ia menyuruhmu ke apinya yang suci, agar engkau menjadi roti kudus untuk perjamuan Allah yang kudus.</p>
<p>Semua ini akan diperbuat cinta kepadamu agar engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan tersebut menjadi bagian dari hati kehidupan.</p>
<p>Tetapi kalau dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian serta kesenangan cinta,<br />
Maka lebih baik engkau tutupi ketelanjanganmu dan engkau tinggalkan tempat penggilingan cinta,<br />
Masuk ke dunia tak bermusim dimana engkau akan tertawa tetapi tidak semua tawamu, engkau akan menangis tetapi tidak semua air matamu.</p>
<p>Cinta tidak memberi apa – apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa – apa selain dari dirinya sendiri.<br />
Cinta tidak akan memiliki kecuali bila cinta dimiliki.<br />
Sebab cukuplah cinta untuk dirinya sendiri.</p>
<p>Kalau engkau mencintai, janganlah berkata , “Allah ada dalam hatiku”, melainkan, “Aku berada didalam hati Allah”.<br />
Dan janganlah menyangka bahwa engkau dapat mengatur arah cinta, sebab cinta, kalau menganggapmu layak, akan mengarahkan jalanmu.</p>
<p>Cinta tidak memiliki hasrat lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri.<br />
Tetapi bila engkau mencintai dan berhasrat, biarlah hal ini menjadi hasratmu.<br />
Luluh dan menjadi seperti sungai yang menyenandungkan melodi hingga kejauhan malam.<br />
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan.<br />
Untuk terluka oleh pengertianmu sendiri akan cinta.<br />
Untuk berdarah dengan rela dan penuh sukacita.<br />
Untuk bangun menjelang fajar dengan hati yang bersayap dan mengucap syukur atas hari yang penuh cinta.<br />
Untuk beristrahat di waktu siang dan merenungkan kenikmatan cinta.<br />
Untuk pulang menjelang malam dengan rasa syukur,<br />
Dan tidur dengan sebuah doa untuk dia yang kamu cintai dalam hatimu serta nyanyian pujian dibibirmu.</p>
<address>Dari: The Prophet - Khalil Gibran. Classic Press.</address>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/05/ketika-cinta-mendatangimu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta platonik</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/04/cinta-platonik/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/04/cinta-platonik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 12:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Cinta platonik. Ini adalah pertama kali kudengar frasa ini. Apa artinya? Termasuk jenis cinta yang baikkah? Barangkali apa yang kutulis ini belumlah lengkap atau malah kurang benar menceritakan tentang apa itu cinta platonik. Karena ternyata setelah mencari kesana  - kemari dengan bantuan Om Google, perlu pemahaman yang mendalam untuk mengerti frasa ini. Harus menyelam lebih dalam menyusuri karya filsuf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_389" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-389 " style="border: black 1px solid;" title="Plato and his students" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/04/platonik.jpg" alt="image source: http://en.wikipedia.org/wiki/Platonic_love" width="300" height="249" /><p class="wp-caption-text">image source: http://en.wikipedia.org/wiki/Platonic_love</p></div>
<p style="text-align: justify;">Cinta platonik. Ini adalah pertama kali kudengar frasa ini. Apa artinya? Termasuk jenis cinta yang baikkah? Barangkali apa yang kutulis ini belumlah lengkap atau malah kurang benar menceritakan tentang apa itu cinta platonik. Karena ternyata setelah mencari kesana  - kemari dengan bantuan Om Google, perlu pemahaman yang mendalam untuk mengerti frasa ini. Harus menyelam lebih dalam menyusuri karya filsuf terkenal Plato, <em>Symposium</em>. Karena dari sanalah ia bermula.  Masukan dari rekan - rekan akan menyempurnakannya atau mungkin memperbaikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tertarik akan frasa ini karena kemarin aku baru membaca sebuah artikel yang membahas riwayat singkat sang penyair Khalil Gibran. Antara Cinta, Wanita dan Nestapa. Dituliskan kalau cinta Sang Penyair kepada Mary Haskell didasarkan pada cinta platonik. Berawal dari situ, aku jadi penasaran untuk tau lebih banyak tentang cinta platonik. Sepertinya dalam kehidupan Sang Penyair, ketiga unsur ini sangat erat behubungan. Berbicara tentang nestapa, siapa yang tidak tau. Semenjak kecil Penyair sudah sering dikunjungi Sang Nestapa. Kalau berbicara tentang wanita, memang jelas Sang Penyair mempunyai banyak kisah dengan wanita. Mulai dari ibunya, saudarinya, dan semua kekasih yang dicintainya.  Namun berbicara tentang cinta antar dua insan yang berbeda, tidak seperti yang umumnya kita harapkan. Seperti mengutip kalimat dari artikel tersebut <em>&#8220;tidak satupun yang mengukir mahligai perkawinan&#8221;</em>. Ya, mungkin seperti itulah ujud cinta Sang Penyair, kebebasan dari keterikatan hati walupun tidak berujung pada penyatuan raga.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Wikipedia terjemahan bahasa Indonesia, cinta platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada. Dalam bahasa latin istilah ini disebut juga <em>amor platonicus. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah cinta jenis ini baik? Seperti dalam kisah Sang Penyair, dia mencurahkan cinta yang dirasakannya itu dalam bentuk kata - kata yang indah. Artinya dia memang bisa mengatur perasaannya, dia bisa menyalurkan imjinasinya yang sekarang ini bisa kita nikmati lewat surat - surat cintanya kepada Mary. Hal yang baik menurutku. Namun akan menjadi tidak baik bila perasaan itu menjadi belenggu bagi si pelakon cinta karena cinta ini tidak memiliki perwujudan nyata. Cinta ini hanya ada di imajinasi. Perlu usaha untuk mengatur imajinasi ini sehingga nantinya si pelaku cinta siap mental jikalau berakhir tidak seperti yang diharapkannya. Semoga mahluk ini memahaminya.</p>
<address style="text-align: justify;">Dari berbagai bacaan.</address>
<p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/04/cinta-platonik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>hitam putih</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/04/hitam-putih/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/04/hitam-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 10:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Hitam. Kau datang lagi disaat aku sedang lengah. Saat lengah&#8230;. Apa aku yang terlalu memikirkanmu sehingga dengan mudahnya kau merasuki jiwaku? Seperti sudah menjadi darahku, kau selalu ada walau tak kuharap.
Putih, dimana kau saat hatiku membutuhkanmu? Dimana kau saat jiwaku rapuh?
Mencoba untuk berontak tapi perlawanan seperti tak berarti. Ketika babak ini berakhir penyesalan seperti tiada guna. Hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-348" title="white" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/04/white.jpg" alt="white" width="240" height="200" />Hitam. Kau datang lagi disaat aku sedang lengah. Saat lengah&#8230;. Apa aku yang terlalu memikirkanmu sehingga dengan mudahnya kau merasuki jiwaku? Seperti sudah menjadi darahku, kau selalu ada walau tak kuharap.</p>
<p>Putih, dimana kau saat hatiku membutuhkanmu? Dimana kau saat jiwaku rapuh?</p>
<p>Mencoba untuk berontak tapi perlawanan seperti tak berarti. Ketika babak ini berakhir penyesalan seperti tiada guna. Hari ini, esok, lusa dan seterusnya kalian akan selalu datang. Silih berganti. Entah kapan semua ini usai &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/04/hitam-putih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kemana engkau akan membawaku?</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/04/kemana-engkau-akan-membawaku/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/04/kemana-engkau-akan-membawaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 17:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara hati]]></category>

		<category><![CDATA[khalil gibran]]></category>

		<category><![CDATA[secrets of the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali apa yang kurasakan saat ini tergambar dalam rangkaian kata hati yang dituliskan Khalil Gibran dalam bukunya Secrets of the heart. Aku sangat menikmati bab yang satu ini, seperti membaca kisah sendiri. Mencoba menafsirkan apa yang dirasakan Khalil Gibran ketika menulis ini, merefleksikan terhadap apa yang kurasakan sekarang.
Gadis Cantik Yang Menawan
Kemanakah engkau menuntunku wahai Gadis Cantik Yang Menawan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-330" style="border: black 1px solid;" title="hearts" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/04/hearts.jpg" alt="hearts" width="300" height="249" />Barangkali apa yang kurasakan saat ini tergambar dalam rangkaian kata hati yang dituliskan Khalil Gibran dalam bukunya <em>Secrets of the heart</em>. Aku sangat menikmati bab yang satu ini, seperti membaca kisah sendiri. Mencoba menafsirkan apa yang dirasakan Khalil Gibran ketika menulis ini, merefleksikan terhadap apa yang kurasakan sekarang.</div>
<h3 style="TEXT-ALIGN: justify"><span style="color: #000080;">Gadis Cantik Yang Menawan</span></h3>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Kemanakah engkau menuntunku wahai Gadis Cantik Yang Menawan, dan berapa lamakah aku harus mengikutimu di jalan yang kasar ini, yang penuh dengan duri? Berapa lamakah jiwa kita naik turun secara menyakitkan di jalan berkelok – kelok serta berbatu – batu ini?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Seperti seorang anak yang mengikuti ibunya, aku mengikuti engkau, memegangi ujung pakaiannmu, melupakan impian – impianku dan memandangi kecantikanmu, membutakan mataku dibawah tenungmu terhadap hantu – hantu yang melayang – layang diatasku, dan tertarik kepadamu oleh kuasa batinku yang tidak dapat kusangkal.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Berhentilah sejenak dan biarlah kulihat wajahmu; pandanglah aku sejenak; mungkin aku akan mengetahui rahasia hatimu lewat matamu yang asing. Berhenti dan beristirahatlah, sebab aku letih, dan jiwaku gemetar dengan ketakutan di jalan yang mengerikan ini. Berhentilah, sebab kita telah sampai di persimpangan jalan yang mengerikan itu dimana Maut merangkul Kehidupan.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Wahai Gadis Cantik, dengarkanlah aku. Sebelumnya, aku bebas seperti burung, menjelajahi lembah – lembah serta hutan – hutan, dan terbang diatas langit luas. Menjelang malam aku beristirahat di dahan – dahan pohon, merenungkan bait – bait serta istana – istana di Kota Awan Berwarna – warni yang dibangun oleh Matahari di pagi hari dan dihancurkan menjelang senja.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Sebelumnya aku seperti pikiran, berjalan sendirian dan berdamai dengan Timur maupun Barat Alam Semesta, bersukacita dengan keindahan dan sukacita Kehidupan, dan menyelidiki misteri keberadaan yang luar biasa.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Sebelumnya aku seperti mimpi, mencuri di balik sayap- sayap ramah malam, masuk lewat jendela – jendela tertutup ke dalam kamar – kamar padar gadis, menggoda serta membangkitakan pengharapan mereka. Lalu aku duduk disamping para pemuda dan kubangkitkan hasrat – hasrat mereka. Lalu kujelajahi kamar – kamar para manula dan kutembus pikiran mereka yang penuh kecukupan diri yang damai.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Lalu engkau menangkap khayalanku, dan semenjak saat yang menghipnotis itu aku merasa seperti tawanan yang menyeret belenggunya dan terdororng ke dalam tempat yang tidak kukenal. Aku menjadi mabuk dengan anggurmu yang manis yang telah mencuri kehendakku, dan sekarang kutemukan bibirku mengecup tangan yang memukulku dengan keras. Tidak dapatkah engkau lihat dengan mata jiwamu, hancurnya hatiku? Berhentilah sejenak; aku sedang mengumpulkan kembali kekuatanku dan melepaskan kaki – kakiku yang letih dari rantai – rantai yang berat. Telah kuhancurkan cawan dari mana kuminum racunmu yang nikmat. Tetapi sekarang aku berada di negeri yang asing, dan bingung; jalan manakah yang harus kutempuh?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Kebebasanku telah dipulihkan; maukah engkau sekarang menerimaku sebagai sahabat yang rela, yang memandang Matahari dengan mata bersinar – sinar dan mencengkram api dengan jari – jemari yang tidak gemetar?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Telah kulepaskan sayap – sayapku dan aku siap naik; maukah engkau menemani seorang pemuda yang menghabiskan hari – harinya menjelajahi pegungungan seperti rajawali tunggal, dan menyia – nyiakan malam – malamnya mengembara di padang gurun seperti singa yang gelisah?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Maukah engaku mencukupkan dirimu dengan kasih sayang dia yang memandang Kasih hanya sebagai penghibur, dan tidak mau menerimanya sebagai tuannya?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Maukah engaku menerima hati yang mengasihi, tetapi tidak pernah berserah? Dan membakar tetapi tidak meluluhkan? Akankah engkau tentram dengan jiwa yang bergetar dihadapan badai, tetapi tidak pernah menyerah kepadanya? Maukah engaku menerima seseorang sebagai sahabat, yang tidak memperbudak maupun mau diperbudak? Maukah engaku memilikiku tetapi tidak menguasaiku, dengan mengambil tubuhku tetapi tidak hatiku?</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><em>Kalau mau, inilah tanganku – peganglah dengan tanganmu yang indah dan inilah tubuhku – rangkullah dia dengan lenganmu yang penuh kasih; dan inilah bibirku – kecuplah mereka dengan kecupan yang dalam serta memabukkan.</em></span></p>
<address style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Dari: Secrets of the heart (Khalil Gibran)</span></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/04/kemana-engkau-akan-membawaku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Holy Week</title>
		<link>http://www.deonald.com/2009/04/holy-week/</link>
		<comments>http://www.deonald.com/2009/04/holy-week/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 12:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Global]]></category>

		<category><![CDATA[catholic church]]></category>

		<category><![CDATA[good friday]]></category>

		<category><![CDATA[holy week]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deonald.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Besok adalah Minggu Paskah, ga terasa sudah seminggu terlewati. Selama seminggu penuh masa Holy Week tidak ada satupun prosesi yang kuikuti. Maklum, beginilah mungkin resiko pekerjaan. Apalagi hari ini aku dapat bagian malam. Biarpun ga ikut Misa dari kemarin hingga hari ini, kucoba untuk mencari makna Paskah seperti apa yang bisa kubuat. Sambil menunggu pekerjaan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_310" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><img class="size-full wp-image-310 " style="border: black 1px solid;" title="holy_week" src="http://www.deonald.com/wp-content/uploads/2009/04/holy_week.jpg" alt="holy_week" width="270" height="224" /><p class="wp-caption-text">image source: takemeiamyours.wordpress.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Besok adalah Minggu Paskah, ga terasa sudah seminggu terlewati. Selama seminggu penuh masa Holy Week tidak ada satupun prosesi yang kuikuti. Maklum, beginilah mungkin resiko pekerjaan. Apalagi hari ini aku dapat bagian malam. Biarpun ga ikut Misa dari kemarin hingga hari ini, kucoba untuk mencari makna Paskah seperti apa yang bisa kubuat. Sambil menunggu pekerjaan, aku berselancar di internet mencari - cari artikel tentang Paskah hingga sampailah ditulisan ini. </p>
<p style="text-align: justify;">Holy week atau yang biasa disebut di Indonesia sebagai Minggu Suci atau Pekan Suci adalah rangkaian selama sepekan tepat sebelum Hari Paskah. Rangkaian Pekan Suci ini dimulai dari Minggu Palma (Palm Sunday) yakni hari Minggu. Minggu Palma adalah peringatan dimana Yesus dielu - elukan masuk Yerusalem sebelum Dia disalibkan. Misa pada Minggu ini mencakup pembacaan akan penangkapan, penderitaan dan kematian-Nya. Rangkaian setelah Minggu Palma adalah Kamis Putih (Holy Thursday). Pada hari ini diperingati sebagai perjamuan terakhir antara Yesus dengan ke-12 murid-Nya. Ketika Misa dilakukan ada juga prosesi dimana Imam mencuci kaki 12 anggota gereja yang mengenang bagaimana Yesus ketika itu membasuh kaki ke-12 murid-Nya. Setelah Kamis Putih, rangkaian berikutnya adalah Jumat Agung (Good Friday). Pada masa ini Gereja berkabung akan wafatnya Yesus. Misa tidak dilakukan hari ini tetapi komuni tetap ada dengan hosti yang tersisa dari Kamis Putih. Selanjutnya adalah Sabtu Sunyi (Holy Saturday). Hari ini diperingati dengan kesunyian dan doa untuk memperingati Yesus yang sudah wafat dan berada didalam kubur. Sama seperti Jumat Agung, pada masa ini Misa tidak dilakukan. Selanjutnya adalah masa Malam Paskah (Easter Vigil). Biasa disebut sebagai malam berjaga sebelum Hari Paskah esok pagi harinya. Prosesi terakhir Pekan Suci adalah MingguPaskah (Easter Sunday). Minggu Paskah merupakan perayaan Kebangkitan Yesus, dirayakan secara meriah dan merupakan pesta terbesar bagi Gereja.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa negara merayakan Pekan Suci dengan tradisi tersendiri. Pekan Suci dianggap sebagai upacara keagamaan yang sangat penting bagi seluruh warga negara tersebut. Beberapa prosesi ini sudah terkenal bahkan sudah menjadi sebuah objek wisata internasional dari negara itu. Negara - negara yang punya tradisi khusus akan Pekan Suci adalah Spanyol, Filipina, Italia, Peru, Meksiko, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada perasaan kosong yang kurasa ketika tidak satupun dari prosesi Pekan Suci ini yang bisa kuikuti untuk tahun ini. Mudah - mudahan kalau diberi kesempatan, tahun depan aku bisa mengikuti semua prosesi Pekan Suci ini. Tak lupa kuucapkan Selamat Paskah buat Anda. Tuhan Yesus memberkati.</p>
<address style="text-align: justify;">source: http://id.wikipedia.org</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deonald.com/2009/04/holy-week/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
