Archive

Posts Tagged ‘cinta’

Kapan kau akan mencintai-KU?

September 22nd, 2009 1 comment

cintaAku mengenal kerapuhanmu, pergumulanmu dan penderitaan jiwamu, kekurangan, kelemahan dan penyakit tubuhmu; Aku mengenal takutmu, dosa-dosamu; meski begitu Aku tetap berkata kepadamu, `Berikanlah hatimu kepada-Ku, cintailah Aku sebagaimana adanya engkau….’

Jika engkau menantikan terlebih dahulu untuk menjadi malaikat dan baru kemudian menyerahkan dirimu kepada Cinta, engkau tidak akan pernah mencintai. Walau engkau masih juga takut dalam menjalankan kewajiban dan keutamaan, walau masih jatuh dan jatuh lagi dalam kelemahan yang sebenamya tidak ingin kau lakukan, Aku tidak mengizinkan engkau untuk tidak mencintai Aku.

Cintailah Aku sebagaimana adanya engkau. Di setiap saat, dalam kondisi apapun, dalam semangat atau kekeringan, dalam kesetiaan atau ketidaksetiaan, cintailah Aku… sebagaimana adanya engkau….

Aku menghendaki kasih dari hatimu yang miskin itu; jika engkau menanti menjadi sempurna terlebih dahulu, engkau tidak akan pernah mencintai Aku.

Tidak dapatkah Aku mengubah setiap butir pasir dan menjadikannya seorang serafim yang bercahayakan kemurnian, kemuliaan dan cinta? Bukankah Aku yang Mahakuasa? Jika Aku mau membiarkan dunia berada dalam ketiadaan makhluk-makhluk yang sangat indah ini dan menyukai cinta yang sederhana dari hatimu, bukankah Aku ini tuan atas cinta-Ku?

Putera-puteri-Ku, biarkanlah Aku mencintaimu. Aku merindukan hatimu. Memang Aku rindu mengubah engkau dalam peredaran waktu, tapi untuk sekarang ini Aku mencintaimu sebagaimana adanya engkau… dan Aku ingin agar engkau berbuat demikian juga; Aku ingin melihat dari kerapuhan yang paling mendasar lahirah cinta. Aku mencintai di dalam dirimu kelemahan juga. Aku ingin agar dari jiwa-jiwa yang tidak bersih menggemalah terus-menerus suatu seruan: `YESUS AKU MENCINTAI-MU.’

Aku menghendaki hanya melodi hatimu; Aku tidak membutuhkan baik ilmu maupun bakatmu. Hanya satu hal saja yang Aku rindukan, melihat engkau bekerja dengan cinta.

Bukan keutamaan-keutamaanmu yang Aku rindukan, sebab seandainya Aku mengaruniakannya kepadamu, pasti engkau yang begitu lemah akan mempergunakannya untuk memupuk cinta diri yang egois; jangan cemas karena itu. Sebenarnya Aku dapat menentukan engkau untuk hal-hal yang mulia; tidak, engkau akan menjadi hamba yang tidak berguna; malahan yang sedikit yang ada padamu akan Aku ambil… karena Aku telah menciptakan engkau hanya untuk cinta.

Hari ini Aku berada di ambang pintu hatimu seperti seorang pengemis, Aku Raja dari segala raja! Aku mengetuk dan menanti; bergegaslah buka pintu hatimu bagi-Ku! Jangan membawa kerapuhanmu sebagai dalih; andai engkau sungguh mengenal kekuranganmu, pastilah engkau akan mati karena kesedihanmu. Apa yang dapat melukai HatiKu ialah sikapmu yang ragu-ragu terhadap-Ku dan kurang percaya kepada-Ku.

Aku ingin agar engkau membawa DiriKu dalam hatimu di setiap jam, baik siang maupun malam. Aku ingin agar engkau melakukan perbuatan yang paling kecil sekalipun hanya demi cinta. Aku meletakkan keyakinan-Ku atas dirimu untuk menemukan sukacita….

Janganlah cemas karena engkau tidak memiliki keutamaan; Aku akan memberikan kepadamu segala yang Aku miliki. Apabila engkau menderita, Aku akan memberikan kekuatan-Ku.

Engkau telah memberikan cinta, Aku akan mengaruniakan kemampuan mencintai lebih dari yang dapat engkau harapkan… maka ingatiah… cintailah Aku sebagaimana adanya engkau…. Aku telah memberikan BundaKu; buatlah agar semua tindakanmu melalui Hatinya yang tak bernoda.

Apapun yang terjadi, janganlah menanti terlebih dahulu untuk menjadi kudus baru mempersembahkan dirimu kepada Cinta; seandainya demikian, engkau tidak akan pernah dapat mencintai-Ku….

Pergilah… carilah kebesaran cinta dan kasih-Ku yang telah Ku-curahkan kepadamu. Sekarang tergantung padamu untuk menerima atau tidak, kasih yang telah Aku berikan.

source: http://yesaya.indocell.net image: http://www.wga.hu

Categories: Suara Hati Tags: , ,

Ketika cinta mendatangimu…

May 6th, 2009 1 comment

cinta

Ketika Cinta Mendatangimu

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.

Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.
Ia naik setinggi serta memelihara ranting – rantingmu yang paling lembut yang bergoyang dibawah matahari,
Sekaligus ia turun serendah akarmu dan menggoncangnya dibawah.

Seperti berkas jagung ia mengumpulkanmu bagi dirinya sendiri.
Ia kelupas kulitmu hingga engkau telanjang.
Ia mengayakmu agar terbebas dari sekam.
Ia menggilingmu hingga putih bersih.
Ia mengolahmu hingga lentur.
Lalu ia menyuruhmu ke apinya yang suci, agar engkau menjadi roti kudus untuk perjamuan Allah yang kudus.

Semua ini akan diperbuat cinta kepadamu agar engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan tersebut menjadi bagian dari hati kehidupan.

Tetapi kalau dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian serta kesenangan cinta,
Maka lebih baik engkau tutupi ketelanjanganmu dan engkau tinggalkan tempat penggilingan cinta,
Masuk ke dunia tak bermusim dimana engkau akan tertawa tetapi tidak semua tawamu, engkau akan menangis tetapi tidak semua air matamu.

Cinta tidak memberi apa – apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa – apa selain dari dirinya sendiri.
Cinta tidak akan memiliki kecuali bila cinta dimiliki.
Sebab cukuplah cinta untuk dirinya sendiri.

Kalau engkau mencintai, janganlah berkata , “Allah ada dalam hatiku”, melainkan, “Aku berada didalam hati Allah”.
Dan janganlah menyangka bahwa engkau dapat mengatur arah cinta, sebab cinta, kalau menganggapmu layak, akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak memiliki hasrat lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri.
Tetapi bila engkau mencintai dan berhasrat, biarlah hal ini menjadi hasratmu.
Luluh dan menjadi seperti sungai yang menyenandungkan melodi hingga kejauhan malam.
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan.
Untuk terluka oleh pengertianmu sendiri akan cinta.
Untuk berdarah dengan rela dan penuh sukacita.
Untuk bangun menjelang fajar dengan hati yang bersayap dan mengucap syukur atas hari yang penuh cinta.
Untuk beristrahat di waktu siang dan merenungkan kenikmatan cinta.
Untuk pulang menjelang malam dengan rasa syukur,
Dan tidur dengan sebuah doa untuk dia yang kamu cintai dalam hatimu serta nyanyian pujian dibibirmu.

Ketika Cinta Mendatangimu – The Prophet – Khalil Gibran, Classic Press.

Cinta platonik

April 23rd, 2009 1 comment

cinta platonikCinta platonik. Ini adalah pertama kali kudengar frasa ini. Apa artinya? Termasuk jenis cinta yang baikkah? Barangkali apa yang kutulis ini belumlah lengkap atau malah kurang benar menceritakan tentang apa itu cinta platonik. Karena ternyata setelah mencari kesana  – kemari dengan bantuan Om Google, perlu pemahaman yang mendalam untuk mengerti frasa ini. Harus menyelam lebih dalam menyusuri karya filsuf terkenal Plato, Symposium. Karena dari sanalah ia bermula.  Masukan dari rekan – rekan akan menyempurnakannya atau mungkin memperbaikinya.

Cinta platonik sang penyair

Aku tertarik akan frasa ini karena kemarin aku baru membaca sebuah artikel yang membahas riwayat singkat sang penyair Khalil Gibran. Antara Cinta, Wanita dan Nestapa. Dituliskan kalau cinta Sang Penyair kepada Mary Haskell didasarkan pada cinta platonik. Berawal dari situ, aku jadi penasaran untuk tau lebih banyak tentang cinta platonik. Sepertinya dalam kehidupan Sang Penyair, ketiga unsur ini sangat erat behubungan. Berbicara tentang nestapa, siapa yang tidak tau. Semenjak kecil Penyair sudah sering dikunjungi Sang Nestapa. Kalau berbicara tentang wanita, memang jelas Sang Penyair mempunyai banyak kisah dengan wanita. Mulai dari ibunya, saudarinya, dan semua kekasih yang dicintainya.  Namun berbicara tentang cinta antar dua insan yang berbeda, tidak seperti yang umumnya kita harapkan. Seperti mengutip kalimat dari artikel tersebut “tidak satupun yang mengukir mahligai perkawinan”. Ya, mungkin seperti itulah ujud cinta Sang Penyair, kebebasan dari keterikatan hati walupun tidak berujung pada penyatuan raga.

Menurut Wikipedia terjemahan bahasa Indonesia, cinta platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada. Dalam bahasa latin istilah ini disebut juga amor platonicus.

Apakah cinta jenis ini baik? Seperti dalam kisah Sang Penyair, dia mencurahkan cinta yang dirasakannya itu dalam bentuk kata – kata yang indah. Artinya dia memang bisa mengatur perasaannya, dia bisa menyalurkan imjinasinya yang sekarang ini bisa kita nikmati lewat surat – surat cintanya kepada Mary. Hal yang baik menurutku. Namun akan menjadi tidak baik bila perasaan itu menjadi belenggu bagi si pelakon cinta karena cinta ini tidak memiliki perwujudan nyata. Cinta ini hanya ada di imajinasi. Perlu usaha untuk mengatur imajinasi ini sehingga nantinya si pelaku cinta siap mental jikalau berakhir tidak seperti yang diharapkannya. Semoga mahluk ini memahaminya.

Cinta Platonik – Dari berbagai bacaan.