Google

my journey

hal apapun layak untuk ditulis
  • Home
  • About Me

Tiga hari di Simanindo

Deo | June 13, 2009 | 8:08 am

1Tiga hari terasa cepat berlalu, tapi banyak hal berkesan yang kudapat selama 3 hari ini. Sudah hampir 2 bulan panasnya matahari membakar Simanindo. Tanah gersang, panen gagal, frustrasi menyelimuti orang tua yang harus menyiapkan sejumlah uang untuk anak2nya menyambut tahun ajaran baru. Bah, dapat uang dari mana mereka, suasuanan tidak ada yg tumbuh, ikan2 sudah tidak kelihatan lagi, tapi kehidupan seperti tidak peduli, waktu terus berjalan. Dengan kondisi seperti itu rasanya tidak ada keindahan yang bisa dinikmati dari Simanindo untuk saat ini. Tapi tidak bagiku. Ada beberapa momen indah yang tertangkap oleh mataku.

100_0336

 

 

 

 

 

 

 

 

  100_0369

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0305

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0307

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0316

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0332

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 100_0341

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0394

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0397

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0417

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0455

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0464

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0477

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0478

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

100_0586

Comments
2 Comments »
Categories
Indonesiaku
Tags
cinta, danau toba, hati, Samosir, simanindo
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

Ketika cinta mendatangimu…

Deo | May 6, 2009 | 5:29 am

love

image source: gibran-academy.com

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.

Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.
Ia naik setinggi serta memelihara ranting – rantingmu yang paling lembut yang bergoyang dibawah matahari,
Sekaligus ia turun serendah akarmu dan menggoncangnya dibawah.

Seperti berkas jagung ia mengumpulkanmu bagi dirinya sendiri.
Ia kelupas kulitmu hingga engkau telanjang.
Ia mengayakmu agar terbebas dari sekam.
Ia menggilingmu hingga putih bersih.
Ia mengolahmu hingga lentur.
Lalu ia menyuruhmu ke apinya yang suci, agar engkau menjadi roti kudus untuk perjamuan Allah yang kudus.

Semua ini akan diperbuat cinta kepadamu agar engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan tersebut menjadi bagian dari hati kehidupan.

Tetapi kalau dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian serta kesenangan cinta,
Maka lebih baik engkau tutupi ketelanjanganmu dan engkau tinggalkan tempat penggilingan cinta,
Masuk ke dunia tak bermusim dimana engkau akan tertawa tetapi tidak semua tawamu, engkau akan menangis tetapi tidak semua air matamu.

Cinta tidak memberi apa – apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa – apa selain dari dirinya sendiri.
Cinta tidak akan memiliki kecuali bila cinta dimiliki.
Sebab cukuplah cinta untuk dirinya sendiri.

Kalau engkau mencintai, janganlah berkata , “Allah ada dalam hatiku”, melainkan, “Aku berada didalam hati Allah”.
Dan janganlah menyangka bahwa engkau dapat mengatur arah cinta, sebab cinta, kalau menganggapmu layak, akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak memiliki hasrat lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri.
Tetapi bila engkau mencintai dan berhasrat, biarlah hal ini menjadi hasratmu.
Luluh dan menjadi seperti sungai yang menyenandungkan melodi hingga kejauhan malam.
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan.
Untuk terluka oleh pengertianmu sendiri akan cinta.
Untuk berdarah dengan rela dan penuh sukacita.
Untuk bangun menjelang fajar dengan hati yang bersayap dan mengucap syukur atas hari yang penuh cinta.
Untuk beristrahat di waktu siang dan merenungkan kenikmatan cinta.
Untuk pulang menjelang malam dengan rasa syukur,
Dan tidur dengan sebuah doa untuk dia yang kamu cintai dalam hatimu serta nyanyian pujian dibibirmu.

Dari: The Prophet - Khalil Gibran. Classic Press.

Comments
No Comments »
Categories
Suara hati
Tags
cinta, hati, khalil gibran
Comments rss Comments rss
Trackback Trackback

« Previous Entries

Tulisan

  • Dari buku
  • Dari film
  • Global
  • Indonesiaku
  • Suara hati

Rekans

  • Bang Irfan
  • Daniel Simarmata
  • Fery Lambe
  • Jeperis Nahampun
  • Kris Bheda
  • Kweklina
  • Leonard Sitinjak
  • Philippines
  • Pormadi
  • Tentang ‘liebe
  • Yang-Kung

Umum

  • K!ck Andy
  • Neuro Linguistic Programming
  • Online Dictionary
  • Site Paulo Coelho
  • Wikipedia
  • Wikipedia Indonesia

Arsip

Perjalananku

July 2010
M T W T F S S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kunjungi aku

Keluarga Pelangi
rss Comments rss valid xhtml 1.1 design by jide powered by Wordpress get firefox