Archive

Posts Tagged ‘hati’

Ketika cinta mendatangimu…

May 6th, 2009 1 comment

cinta

Ketika Cinta Mendatangimu

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya berat dan curam.
Dan kalau sayapnya menaungimu, berserahlah kepadanya,
Walaupun pedang yang tersembunyi diantara sayap – sayapnya mungkin melukaimu.
Dan kalau ia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya,
Walaupun suaranya mungkin menghancurkan impianmu seperti angin utara memporak – porandakan kebun.

Sebab cinta itu memahkotaimu sekaligus menyalibkanmu.
Ia membuatmu tumbuh sekaligus memangkasmu.
Ia naik setinggi serta memelihara ranting – rantingmu yang paling lembut yang bergoyang dibawah matahari,
Sekaligus ia turun serendah akarmu dan menggoncangnya dibawah.

Seperti berkas jagung ia mengumpulkanmu bagi dirinya sendiri.
Ia kelupas kulitmu hingga engkau telanjang.
Ia mengayakmu agar terbebas dari sekam.
Ia menggilingmu hingga putih bersih.
Ia mengolahmu hingga lentur.
Lalu ia menyuruhmu ke apinya yang suci, agar engkau menjadi roti kudus untuk perjamuan Allah yang kudus.

Semua ini akan diperbuat cinta kepadamu agar engkau mengetahui rahasia hatimu, dan dalam pengetahuan tersebut menjadi bagian dari hati kehidupan.

Tetapi kalau dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian serta kesenangan cinta,
Maka lebih baik engkau tutupi ketelanjanganmu dan engkau tinggalkan tempat penggilingan cinta,
Masuk ke dunia tak bermusim dimana engkau akan tertawa tetapi tidak semua tawamu, engkau akan menangis tetapi tidak semua air matamu.

Cinta tidak memberi apa – apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa – apa selain dari dirinya sendiri.
Cinta tidak akan memiliki kecuali bila cinta dimiliki.
Sebab cukuplah cinta untuk dirinya sendiri.

Kalau engkau mencintai, janganlah berkata , “Allah ada dalam hatiku”, melainkan, “Aku berada didalam hati Allah”.
Dan janganlah menyangka bahwa engkau dapat mengatur arah cinta, sebab cinta, kalau menganggapmu layak, akan mengarahkan jalanmu.

Cinta tidak memiliki hasrat lain selain untuk memenuhi dirinya sendiri.
Tetapi bila engkau mencintai dan berhasrat, biarlah hal ini menjadi hasratmu.
Luluh dan menjadi seperti sungai yang menyenandungkan melodi hingga kejauhan malam.
Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan.
Untuk terluka oleh pengertianmu sendiri akan cinta.
Untuk berdarah dengan rela dan penuh sukacita.
Untuk bangun menjelang fajar dengan hati yang bersayap dan mengucap syukur atas hari yang penuh cinta.
Untuk beristrahat di waktu siang dan merenungkan kenikmatan cinta.
Untuk pulang menjelang malam dengan rasa syukur,
Dan tidur dengan sebuah doa untuk dia yang kamu cintai dalam hatimu serta nyanyian pujian dibibirmu.

Ketika Cinta Mendatangimu – The Prophet – Khalil Gibran, Classic Press.

Cinta platonik

April 23rd, 2009 1 comment

cinta platonikCinta platonik. Ini adalah pertama kali kudengar frasa ini. Apa artinya? Termasuk jenis cinta yang baikkah? Barangkali apa yang kutulis ini belumlah lengkap atau malah kurang benar menceritakan tentang apa itu cinta platonik. Karena ternyata setelah mencari kesana  – kemari dengan bantuan Om Google, perlu pemahaman yang mendalam untuk mengerti frasa ini. Harus menyelam lebih dalam menyusuri karya filsuf terkenal Plato, Symposium. Karena dari sanalah ia bermula.  Masukan dari rekan – rekan akan menyempurnakannya atau mungkin memperbaikinya.

Cinta platonik sang penyair

Aku tertarik akan frasa ini karena kemarin aku baru membaca sebuah artikel yang membahas riwayat singkat sang penyair Khalil Gibran. Antara Cinta, Wanita dan Nestapa. Dituliskan kalau cinta Sang Penyair kepada Mary Haskell didasarkan pada cinta platonik. Berawal dari situ, aku jadi penasaran untuk tau lebih banyak tentang cinta platonik. Sepertinya dalam kehidupan Sang Penyair, ketiga unsur ini sangat erat behubungan. Berbicara tentang nestapa, siapa yang tidak tau. Semenjak kecil Penyair sudah sering dikunjungi Sang Nestapa. Kalau berbicara tentang wanita, memang jelas Sang Penyair mempunyai banyak kisah dengan wanita. Mulai dari ibunya, saudarinya, dan semua kekasih yang dicintainya.  Namun berbicara tentang cinta antar dua insan yang berbeda, tidak seperti yang umumnya kita harapkan. Seperti mengutip kalimat dari artikel tersebut “tidak satupun yang mengukir mahligai perkawinan”. Ya, mungkin seperti itulah ujud cinta Sang Penyair, kebebasan dari keterikatan hati walupun tidak berujung pada penyatuan raga.

Menurut Wikipedia terjemahan bahasa Indonesia, cinta platonik adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan ada. Dalam bahasa latin istilah ini disebut juga amor platonicus.

Apakah cinta jenis ini baik? Seperti dalam kisah Sang Penyair, dia mencurahkan cinta yang dirasakannya itu dalam bentuk kata – kata yang indah. Artinya dia memang bisa mengatur perasaannya, dia bisa menyalurkan imjinasinya yang sekarang ini bisa kita nikmati lewat surat – surat cintanya kepada Mary. Hal yang baik menurutku. Namun akan menjadi tidak baik bila perasaan itu menjadi belenggu bagi si pelakon cinta karena cinta ini tidak memiliki perwujudan nyata. Cinta ini hanya ada di imajinasi. Perlu usaha untuk mengatur imajinasi ini sehingga nantinya si pelaku cinta siap mental jikalau berakhir tidak seperti yang diharapkannya. Semoga mahluk ini memahaminya.

Cinta Platonik – Dari berbagai bacaan.

hitam putih

April 17th, 2009 2 comments

hitamHitam. Kau datang lagi disaat aku sedang lengah. Saat lengah…. Apa aku yang terlalu memikirkanmu sehingga dengan mudahnya kau merasuki jiwaku? Seperti sudah menjadi darahku, kau selalu ada walau tak kuharap.

Putih, dimana kau saat hatiku membutuhkanmu? Dimana kau saat jiwaku rapuh?

Mencoba untuk berontak tapi perlawanan seperti tak berarti. Ketika babak ini berakhir penyesalan seperti tiada guna. Hari ini, esok, lusa dan seterusnya kalian akan selalu datang. Silih berganti. Entah kapan semua ini usai …

Categories: Suara Hati Tags: , , ,